TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menerima permintaan air bersih dari Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban.
Permohonan ini satu-satunya yang datang ke BPBD memasuki musim kemarau tahun 2026.
Seperti musim kemarau tahu 2025, Desa Kalidawe menjadi desa pertama yang mengalami kekurangan air bersih.
Sementara data BPBD tahun 2024, ada ada 15 desa di 8 kecamatan yang kesulitan air bersih.
Baca juga: Bus Sekolah Gratis Kota Kediri Dikenalkan ke Siswa Baru saat MPLS, Dishub Siap Tambah Armada
“Permintaan air bersih dari Desa Kalidawe Pucanglaban. Hari Senin kemarin sudah dikirim,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, Jumat (17/7/2026) sore.
Untuk tahap awal ini, BPBD mengirimkan 2 truk tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Lanjut Teguh, ada 2 dusun di Desa Kalidawe yang terdampak kemarau dan kesulitan air bersih.
Total da 2 dusun ini, ada lebih dari 500 kepala keluarga yang terdampak.
“Lokasinya memang di kawasan pegunungan. Sumber air yang biasa dipakai menyusut selama kemarau,” katanya.
BPBD Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan bantuan 1 tandon air di Desa Kalidawe.
Tandon ini dibutuhkan untuk cadangan air di yang bisa digunakan warga sewaktu-waktu.
Bantuan tandon juga datang dari 2 desa lain di Kecamatan Tanggunggunung.
“Mereka butuh tempat penampungan air agar bisa dimanfaatkan warga sewaktu-waktu. Tahun lalu juga ada permintaan tandon,” ungkap Teguh.
Desa-desa yang minta tandon ini belum terdampak kemarau sehingga belum mengajukan pengiriman air bersih.
Desa-desa ini hanya butuh tandon untuk memastikan ketersediaan air yang bisa diakses warga.
Namun bantuan tandon ini juga dievaluasi, karena sebelumnya BPBD sudah banyak menyalurkan tandon.
“Mungkin nanti dievaluasi, setiap desa hanya bisa menerima 2 tandon air,” pungkasnya.
Bantuan Sumur Bor
BPBD Kabupaten Tulungagung memetakan ada 20 desa di 9 kecamatan yang punya potensi mengalami kekurangan air bersih selama kemarau.
Namun diperkirakan jumlah ini menurun drastis karena bantuan sumur bor yang masif.
Misalnya, Polres Tulungagung membuat 22 sumur bor di desa-desa rawan kekeringan di tahun 2025.
Bantuan juga datang dari berbagai pihak, seperti Alumni Unair, maupun tokoh kepolisian asli Tulungagung, Irjen Gupuh Setiyono.
Dampaknya langsung terasa, desa-desa yang langganan minta bantuan air bersih seketika berhenti minta bantuan.
Hanya Desa Kalidawe yang minta bantuan air bersih selama 2025.
Kondisi ini juga tidak lepas dari kemarau basah selama tahun 2025.
Baca juga: Evakuasi Truk Terguling di Watulimo Trenggalek Butuh Waktu 4 Jam, Tali Seling Penarik Sempat Putus
Efektivitas bantuan sumur bor yang ada akan diuji di tahun 2026, karena disebut akan ada Elnino Godzila.
Sebelum ada bantuan sumur bor, 1 bulan awal kemarau tanpa hujan, sudah banyak desa minta bantuan air bersih.
Warga kadang patungan untuk membeli air bersih seharga Rp 300.000 per tangki ukuran 5.000 liter.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)