Dorong Regenerasi Kebun Tebu, PG Pesantren Baru Beri Bibit Gratis dan Bantuan Biaya untuk Petani
Rendy Nicko July 17, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru terus memperkuat produktivitas sektor perkebunan tebu dengan mengajak petani di wilayah kerjanya mengikuti program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu yang digagas Kementerian Pertanian RI. Program ini menjadi langkah regenerasi tanaman tebu yang dinilai sudah tidak lagi produktif.

General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, mengatakan program tersebut menyasar petani di wilayah kerja PG Pesantren Baru yang meliputi Kecamatan Kota dan Pesantren di Kota Kediri, serta Kecamatan Wates, Pagu, Ngasem, Plosoklaten, Puncu, Pare, Badas, Kepung, dan Kandangan di Kabupaten Kediri.

Menurut Sugondo, melalui program CPCL Bongkar Ratoon, petani akan memperoleh berbagai bentuk bantuan untuk meringankan biaya budidaya sekaligus meningkatkan hasil panen.

"Melalui program ini, PG Pesantren Baru memberikan bantuan bibit gratis sebanyak 60.000 mata bibit per hektare, serta bantuan biaya garap sebesar 40 HOK per hektare," kata Sugondo, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: Polisi Blitar Diamankan saat Penangkapan Pengedar Narkoba di Pohgajih

Ia menjelaskan, bantuan 40 HOK tersebut setara dengan upah 40 hari kerja untuk setiap satu hektare lahan tebu yang mengikuti program. Bantuan itu diharapkan mampu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung petani saat melakukan pembaruan tanaman.

"Artinya, kami memberikan bantuan dana yang nilainya setara dengan upah 40 hari kerja orang untuk setiap satu hektare lahan tebu," jelasnya.

Sugondo menambahkan, program bongkar ratoon bertujuan mengganti tanaman tebu ratoon yang produktivitasnya mulai menurun dengan tanaman baru yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi tebu sekaligus kualitas hasil panen.

Sementara itu, Manager Tanaman PG Pesantren Baru, Chandra Kusuma, mengajak seluruh petani tebu di wilayah kerja perusahaan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, proses pendaftaran dibuat sederhana agar lebih mudah diakses petani.

"Kami mengajak seluruh petani tebu di wilayah kerja PG Pesantren Baru untuk segera mendaftarkan lahannya dalam program CPCL Bongkar Ratoon. Prosesnya mudah, cukup berkoordinasi dengan petugas sesuai wilayah masing-masing," kata Chandra.

Untuk memudahkan pelayanan, PG Pesantren Baru telah menyiapkan petugas pendamping di setiap wilayah kerja yang siap memberikan informasi sekaligus membantu proses pendaftaran. 

Dengan semakin banyak petani yang mengikuti program ini, PG Pesantren Baru berharap produktivitas tebu di Kediri dan sekitarnya terus meningkat sehingga mampu mendukung target swasembada gula nasional.

(Luthfi Husnika/Tribun Mataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.