Geger Perawat di Jepang Campur Cairan Infus dengan Tinja, Pasien Berakhir Tewas
GH News July 17, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Kepolisian Prefektur Chiba, Jepang, menangkap seorang perawat atas dugaan pembunuhan sadis terhadap seorang pasien lansia. Pelaku diduga kuat sengaja mencampurkan kotoran manusia (tinja) ke dalam selang infus korban hingga menyebabkan kematian akibat infeksi darah parah.

Diberitakan laman Asahi, tersangka diidentifikasi bernama Miyuki Furukawa (51), warga Kota Kashiwa, Prefektur Chiba. Ia dituduh membunuh Eiji Aita, seorang pasien berusia 75 tahun yang tengah dirawat di Rumah Sakit Kashiwa Tanaka pada akhir Januari 2026.

Meskipun Furukawa membantah tuduhan tersebut, polisi menemukan sejumlah bukti digital dan rekaman CCTV yang mengarah kuat kepada dirinya sebagai pelaku tunggal.

Penyelidikan polisi mengungkap fakta yang sangat mengejutkan. Sebelum melancarkan aksi kejinya, mantan perawat ini ternyata sempat mencari informasi di internet mengenai efek mematikan dari kotoran yang disuntikkan ke tubuh manusia.

Kronologi Kejadian dan Upaya Menghilangkan Bukti

Peristiwa mengerikan ini terjadi saat Furukawa sedang berjaga pada sif malam dari tanggal 29 hingga 30 Januari 2026. Korban sebenarnya bukan pasien yang berada di bawah pengawasan langsung Furukawa. Namun, kamera pengawas (CCTV) rumah sakit berulang kali merekam momen Furukawa masuk dan keluar dari kamar korban tanpa alasan yang jelas.

Sekitar pukul 04.00 pagi, rekan sesama perawat mendapati kondisi fisik korban mendadak memburuk secara drastis. Wajah korban sangat pucat, napasnya dangkal, dan mengeluh kesakitan.

Kepala perawat yang dipanggil untuk memeriksa mendapati hal yang tidak biasa yakni cairan di dalam selang infus korban telah berubah warna menjadi kecokelatan.

Kepala perawat segera memotong selang yang terkontaminasi tersebut, memotretnya sebagai bukti, dan mengamankannya di dalam wadah steril. Namun secara mencurigakan, wadah steril berisi selang bukti itu mendadak hilang dari tempatnya.

Saat ditanyakan kepada Furukawa, ia mengaku telah memindahkannya ke ruang perawat. Anehnya, wadah yang kemudian ditemukan di ruang perawat justru berisi cairan infus berwarna jingga kemerahan, berbeda jauh dengan cairan cokelat yang awalnya diamankan oleh kepala perawat.

Tewas Akibat Gagal Organ dan Sepsis

Kondisi kesehatan Eiji Aita terus merosot tajam sepanjang hari. Tekanan darahnya turun drastis hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia akibat kegagalan fungsi multiorgan yang dipicu oleh sepsis parah.

Hasil autopsi forensik mengonfirmasi adanya paparan bakteri dalam jumlah sangat besar yang masuk ke aliran darah korban melalui selang infus yang sengaja dicemari kotoran manusia.

Pihak rumah sakit yang mencium adanya kejanggalan langsung melaporkan kematian ini kepada pihak kepolisian. Setelah analisis laboratorium memastikan adanya kandungan tinja manusia pada sampel infus korban, polisi langsung mempersempit penyelidikan kepada Furukawa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.