BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Jemaah pelimpahan porsi haji di Kalimantan Selatan tidak lagi harus datang ke Banjarbaru untuk menyelesaikan perekaman biometrik.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel mulai mendatangi kabupaten/kota untuk mempercepat penyelesaian administrasi dengan target seluruh proses rampung pada awal Agustus 2026.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel, Eddy Khairani mengatakan, percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan pelimpahan porsi berjalan sesuai petunjuk teknis serta memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kemenhaj Kabupaten Tanahbumbu, Kamis (16/7/2026), Eddy menegaskan setiap tahapan pelimpahan porsi wajib dilaksanakan secara tertib administrasi, transparan, dan akuntabel
Baca juga: Bus Listrik Batal Mengaspal di Hari Jadi Kalsel, Sejumlah Administrasi Masih Harus Dilengkapi
Baca juga: Heboh Pria di Guntung Manggis Banjarbaru Tercebur dalam Sumur, Korban Ditemukan Meninggal Dunia
“Kami ingin memastikan seluruh proses yang dilaksanakan Tim Dokumen Kanwil Kemenhaj Kalimantan Selatan benar-benar sesuai dengan petunjuk teknis.
Pelayanan harus dilakukan secara tertib administrasi, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Eddy, pelimpahan porsi merupakan salah satu layanan strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga membutuhkan ketelitian administrasi dan profesionalisme petugas.
Ia meminta seluruh aparatur yang menangani layanan tersebut bekerja secara cermat, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi integritas.
Eddy juga mengingatkan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah selesai, namun hasil evaluasi masih menunjukkan sejumlah aspek yang perlu disempurnakan.
“Evaluasi yang kita lakukan bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya. Setiap masukan harus ditindaklanjuti menjadi langkah nyata agar pelayanan semakin cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan jemaah,” katanya.
Eddy menambahkan, seluruh ASN Kemenhaj harus memiliki komitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, akurat, transparan, dan humanis.
Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya diukur dari tertib administrasi, tetapi juga perubahan pola pikir aparatur dalam memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada masyarakat.
Selain melakukan monitoring layanan pelimpahan porsi, Eddy juga memberikan pembinaan kepada seluruh ASN di lingkungan Kemenhaj Kabupaten Tanbu.
Ia menekankan pentingnya menjaga disiplin, loyalitas, integritas, serta membangun budaya kerja yang adaptif terhadap kebutuhan pelayanan publik.
Satu hari sebelumnya, upaya percepatan administrasi juga dilakukan melalui layanan jemput bola perekaman identitas dan data biometrik jamaah pelimpahan porsi di Kabupaten Kotabaru, Rabu (15/7/2026).
Layanan tersebut dilaksanakan Tim Dokumen Kanwil Kemenhaj Kalsel menggunakan aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
Anggota Tim Dokumen Kanwil Kemenhaj Kalsel, Abdul Aziz mengatakan layanan tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan sekaligus mempercepat penyelesaian administrasi jemaah.
“Dengan kami datang langsung ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kotabaru, kami berharap jemaah terbantu, baik dari sisi waktu, biaya, maupun kepastian bahwa perekaman identitas dan data biometrik pada aplikasi Siskoha telah selesai dilakukan,” ujarnya.
Menurut Aziz, selama ini sebagian jemaah harus menempuh perjalanan ke ibu kota provinsi hanya untuk melakukan perekaman biometrik.
Melalui layanan jemput bola, proses administrasi dapat diselesaikan lebih cepat tanpa membebani masyarakat.
Ia mengungkapkan, setelah Kotabaru, layanan serupa akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)