Pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah Tahap II Dimulai, Pekerja dan Alat Berat Mulai Beroperasi
Hendrik Budiman July 17, 2026 06:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH – Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bengkulu Tengah tahap II resmi dimulai. 

Pantauan TribunBengkulu.com di lapangan, pada Jumat (17/7/2026) sejumlah pekerja dan alat berat telah mulai melakukan pekerjaan konstruksi di lokasi pembangunan yang berada di Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah.

Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan dan perakitan besi tulangan untuk kolom bangunan.

Satu unit alat berat juga telah beroperasi untuk mendukung proses pembangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah mengatakan, pekerjaan fisik dimulai setelah seluruh proses pengadaan selesai dan kontrak dengan pihak pelaksana ditandatangani.

Pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah 1c
MULAI DIBANGUN - Pembangunan tahap II Masjid Agung Bengkulu Tengah resmi dimulai. Aktivitas di lokasi proyek mulai terlihat dengan hadirnya pekerja dan alat berat yang dikerahkan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan, pada Jumat (17/7/2026).

"Proses tender sudah selesai dan sekarang pekerjaan fisik sudah mulai dilaksanakan sesuai tahapan yang telah direncanakan," kata Febrian kepada TribunBengkulu.com saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: Target Pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah, Bupati: Tahun Kelima Sudah Bisa Dipakai

Pembangunan tahap II didukung anggaran sekitar Rp4,5 miliar, yang terdiri dari Rp2,5 miliar dari APBD Kabupaten Bengkulu Tengah dan Rp2 miliar dana hibah dari salah satu perusahaan kelapa sawit.

Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan 94 kolom, balok, serta retaining wall atau dinding penahan basement sebagai struktur utama bangunan.

Menurut Febrian, struktur tersebut menjadi bagian penting karena Masjid Agung Bengkulu Tengah dirancang memiliki dua lantai.

Basement nantinya akan difungsikan sebagai ruang serbaguna, kantor pengelola, gudang, serta fasilitas pendukung lainnya. Sementara lantai utama akan digunakan sebagai ruang ibadah.

"Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Tahap kedua ini difokuskan pada penyelesaian struktur bangunan," ujarnya.

Masjid Agung Bengkulu Tengah dibangun di atas lahan seluas 47.850 meter persegi di Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi. Pembangunan ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2029.

Berdasarkan perencanaan Dinas PUPR, total kebutuhan anggaran pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah mencapai sekitar Rp50,77 miliar.

Selain ruang salat utama, kompleks Masjid Agung nantinya akan dilengkapi ruang manasik haji, kantor pengelola, perpustakaan, area UMKM, taman, area parkir, hingga selasar. 

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadikan Masjid Agung tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan bagi masyarakat Bengkulu Tengah. (ADV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.