SURYAMALANG.COM, KOREA SELATAN - Kabar mengejutkan datang dari kancah bola voli Korea Selatan setelah mantan klub Megawati Hangestri Pertiwi, Jung Kwan Jang Red Sparks, dihantam isu pelecehan seksual yang menyeret nama salah satu staf pelatih mereka.
Isu ini kian memanas lantaran pelatih kepala Ko Hee-jin diduga kuat berada di lokasi kejadian namun memilih untuk tidak menghentikan tindakan asusila tersebut.
Sikap abai sang juru taktik kini berada di bawah sorotan tajam karena dinilai melanggar regulasi ketat perlindungan hak asasi pemain yang ditetapkan oleh Korea Volleyball Federation (KOVO).
Berdasarkan laporan media Korea World Biz & Sports World, dugaan insiden pelecehan seksual tersebut terjadi dalam acara makan malam tim Red Sparks pada Januari 2026.
Saat itu, para pemain dan jajaran pelatih Red Sparks sedang menjalani jeda kompetisi All-Star V-League musim 2025/2026.
Dalam acara makan malam tersebut, seorang staf pelatih Red Sparks yang disebut sebagai Pelatih B diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pemain voli putri.
Baca juga: Batal Cuma Nonton, Megawati Hangestri Bakal Turun Bela Timnas Voli Putri Indonesia vs Korea Selatan
Peristiwa memilukan itu terjadi di restoran kedua setelah rombongan tim berpindah dari lokasi tempat makan pertama.
Nama pelatih kepala Red Sparks, Ko Hee-jin, kemudian ikut menjadi perhatian publik karena ia disebut berada di lokasi saat dugaan pelecehan seksual tersebut berlangsung.
Red Sparks sendiri merupakan mantan klub yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi saat menjalani karier di Liga Voli Korea Selatan pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Pada periode tersebut, Ko Hee-jin juga menjabat sebagai pelatih kepala yang menangani Megawati dan rekan-rekannya di Red Sparks.
Masih dikutip dari sumber yang sama, disebutkan bahwa Ko Hee-jin berada tidak jauh dari lokasi insiden.
Posisi duduk Ko Hee-jin bahkan berada tepat di seberang tempat terjadinya dugaan pelecehan seksual tersebut.
Lebih lanjut, Ko Hee-jin disebut sama sekali tidak melakukan tindakan untuk menghentikan situasi yang terjadi.
Ko Hee-jin dituding hanya menyaksikan kejadian tersebut tanpa berbuat apa-apa.
"Ia hanya berdiri dan membiarkan situasi tersebut."
Baca juga: Cerita Megawati Tiba di Korea: Ingat Tangisan Ko Hee-jin, Sanjung Kebaikan Pelatih Hyundai Hillstate
Selain dituding pasif, Ko Hee-jin juga dikabarkan sempat mengeluarkan komentar yang dianggap tidak pantas terkait situasi tersebut.
"Akan berlanjut ke babak ketiga," kata Ko Hee-jin dalam laporan World Biz & Sports World.
Setelah namanya ikut terseret dalam pusaran kasus ini, Ko Hee-jin akhirnya memberikan tanggapan terkait dugaan insiden yang terjadi di internal Red Sparks.
Dikutip dari Sportsworldi, Ko Hee-jin menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti mengenai kejadian malam itu.
"Saya tidak tahu. Saya tidak ingat dengan jelas," kata Ko Hee-jin.
Kini, sosok Ko Hee-jin tidak lepas dari sorotan tajam karena seorang pelatih dinilai memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi para pemain yang berada di bawah naungannya.
Peraturan Komite Perlindungan Hak Asasi Manusia Pemain Federasi Bola Voli Korea (KOVO) pun secara tegas mengatur sanksi bagi pihak yang mengetahui, membantu, atau menutupi tindakan kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Baca juga: Agenda Unik Megawati Hangestri Usai Gabung Hyundai Hillstate, Tandem Barunya Mirip Jennie Blackpink
Dalam Pasal 12 Ayat 1 disebutkan:
"Tindakan disiplin dan denda akan dikenakan kepada seseorang yang membantu atau mendukung atau menyembunyikan tindakan kekerasan (termasuk kekerasan seksual) yang dilakukan oleh orang lain, sesuai dengan standar yang dikurangi setengahnya dari Pasal 10 Ayat 1. Namun, jika pelaku kekerasan dikeluarkan, penangguhan kualifikasi selama satu tahun akan dikenakan kepada pelaku yang membantu atau menyembunyikan tindakan tersebut."
Adapun saat ini, proses penyelidikan resmi terkait kasus ini masih terus berlangsung.
Jika seluruh dugaan tersebut terbukti benar, kasus ini jelas akan mencoreng nama baik Red Sparks di kancah voli profesional.
Di tengah bayang-bayang skandal yang menimpa Red Sparks, Megawati berpeluang besar menjalani debutnya bersama klub baru, Hyundai Hillstate, lebih cepat dari jadwal resmi bergulirnya Liga Voli Korea Selatan 2026/2027.
Berdasarkan laporan media Korea Selatan, Isplus, Megawati diproyeksikan tampil membela Hyundai Hillstate untuk pertama kalinya pada ajang Volleyball Super Club 2026.
Turnamen pramusim bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus di Jeju Halla Gymnasium, Jeju, Korea Selatan.
Volleyball Super Club 2026 sendiri merupakan ajang pemanasan menjelang musim baru yang diikuti oleh sejumlah klub papan atas di kawasan Asia.
Baca juga: Soroti Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Indonesia, Media Korea Sebut Megatron Kim Yeon-kyung
Perwakilan dari Korea Selatan akan diwakili oleh Hyundai Hillstate dan Pink Spiders.
Sementara penantang dari luar negeri diisi oleh Osaka Marvelous dari Jepang serta Shanghai Bright Ubest asal China.
Masih dikutip dari sumber yang sama, Hyundai Hillstate diketahui sengaja memanfaatkan turnamen di Jeju ini untuk memperkenalkan deretan pemain anyar mereka kepada publik, termasuk Megawati yang direkrut melalui mekanisme kuota Asia.
"Hyundai Hillstate menurunkan pemain veteran di posisi middle blocker, Bae Yu-na, yang pindah dari Korea Expressway Corporation." tulis Isplus dalam laporannya.
"Megawati Pertiwi, pemain kuota Asia yang bermain untuk Red Sparks selama dua musim terakhir, juga akan tampil perdana di hadapan para penggemar sebagai anggota Hyundai Hillstate," tambahnya.
(Tribunnews.com/Tribunnews.com/Isnaini Nurdianti/Drajat Sugiri)