TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diklaim membawa dampak nyata terhadap pertumbuhan jumlah kader di berbagai daerah. Ribuan warga disebut bergabung menjadi anggota baru setelah Jokowi tampil mengenakan atribut PSI dalam sejumlah kunjungan politik.
DPD PSI Solo menyebut kehadiran Jokowi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan partai, baik dari sisi kader maupun penguatan struktur organisasi.
Sekretaris DPD PSI Solo Muhammad Bilal mengatakan jumlah kader yang telah terdaftar kini mencapai ribuan orang.
Baca juga: PSI Solo Klaim Jokowi Effect Ampuh bagi Pertumbuhan Partai, Ribuan Kader Baru Langsung Bergabung
"Kalau kader yang terdaftar itu ribuan tentunya," ujar Bilal saat dihubungi, Kamis (17/7).
Menurut Bilal, peningkatan dukungan terhadap PSI sebenarnya sudah terlihat sejak Kaesang Pangarep menjabat Ketua Umum PSI. Hal itu, kata dia, tercermin dari bertambahnya kursi PSI di DPRD Kota Surakarta.
"Begitu Ketum masuk itu sudah berdampak. Membuktikan dengan dari satu kursi menjadi 5 kursi," jelasnya.
Bilal menilai efek tersebut semakin terasa setelah Jokowi mulai tampil terbuka menggunakan atribut PSI dalam berbagai kegiatan.
"Nah, hari ini secara official meskipun belum disebutkan posisi dan jabatannya, tapi sudah kita ketahui bersama Bapak beratribut PSI tentunya masyarakat mungkin menunggu apa warna bapak yang baru. Ini sudah mulai berani mengambil sikap secara langsung dan terbuka," tuturnya.
Ia meyakini rekam jejak Jokowi sebagai dua periode Wali Kota Solo dan dua periode Presiden RI menjadi modal penting bagi PSI untuk memperluas kepercayaan masyarakat.
"Dampaknya pasti luar biasa tentunya dengan sejarah Bapak 2 periode di Solo ini memimpin di Kota Surakarta dan 2 periode menjadi presiden. Ini kan kebijakannya banyak menyentuh masyarakat bawah tentunya menengah dan bawah gitu," jelasnya.
Bilal menambahkan berbagai program yang pernah dijalankan Jokowi menjadi inspirasi perjuangan PSI ke depan.
Baca juga: Di Solo, Pengamat Ingatkan PSI Jangan Jadi Partai Selebritas, Bangun Ideologi dan Mesin Partai
"Nah hasil dari kinerja bapak ini menjadi nilai perjuangan PSI bahwasanya kita akan melanjutkan kerja kerja yang seperti Bapak itu semakin menambah kepercayaan publik. Kepercayaan publik terhadap Bapak juga tinggi, tentu itu memudahkan kita untuk melangkah khususnya di Solo," katanya.
Saat ini, DPD PSI Solo telah menyelesaikan pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan melalui Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Sebanyak sekitar 600 pengurus ranting telah dilantik di 54 kelurahan di Kota Surakarta.
"Kita kemarin sudah melaksanakan Rakorcam di 5 kecamatan dan melantik pengurus ranting kita untuk official pengurus itu kurang lebih 6 ratusan itu sudah terlantik semua di setiap kelurahan di 54 kelurahan di Surakarta. Sampai kelurahan. Nanti akan masih ada lagi koordinator RT RW," jelasnya.
PSI Solo juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai kader maupun simpatisan.
"Kita sebagai partai sumber terbuka, kita tidak membatasi, kita tidak membatasi orang mau masuk dan kita juga terus berkonsolidasi. Kita jemput bola kita buka ruang seluas luasnya kita buka pintu selebar lebarnya. Untuk masyarakat yang ingin login atau menjadi simpatisan PSI. Lewat online terus bisa datang ke kantor," terangnya.
Fenomena serupa juga diklaim terjadi di Lampung. Ketua DPW PSI Lampung Achmad Ridho Julian mengungkapkan jumlah kader partainya meningkat signifikan setelah kunjungan Jokowi ke Lampung.
"Pada saat Bapak datang 31.200. 25.000-an (sebelum datang)," ungkapnya usai bertemu Jokowi di kediaman Sumber, Solo, Rabu (15/7).
Baca juga: Dubes Qatar Sowan ke Kediamannya di Solo, Jokowi Akui Tanyakan Situasi Terakhir Timur Tengah
Lonjakan jumlah kader itu kemudian diikuti upaya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Sekretaris DPW PSI Lampung Beni Batara mengatakan penguatan struktur partai menjadi fokus setelah bertambahnya anggota baru. "Kami terus melakukan konsolidasi sampai tingkat desa dan kelurahan. Karena di Lampung ada 2.654 desa," jelasnya.
Meski pertumbuhan kader dinilai positif, pengamat politik sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr Agus Riwanto, mengingatkan bahwa efek figur Jokowi tidak otomatis mengantarkan PSI lolos ke Senayan.
Menurut Agus, bertambahnya anggota partai memang menunjukkan adanya daya tarik Jokowi, namun peningkatan jumlah kader belum tentu berbanding lurus dengan perolehan suara pada Pemilu 2029.
"Pertambahan kader baru dan kehadiran figur Jokowi di PSI tidak serta-merta menjamin lolos ke Senayan," ungkap Agus kepada TribunSolo.com, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan tantangan utama yang masih dihadapi PSI adalah memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen serta memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat desa.
"Hambatan utama tetap sama: parliamentary threshold 4 persen dan minimnya infrastruktur politik PSI di desa," lanjut Agus.
Agus menilai keberhasilan sebuah partai politik tidak cukup ditopang oleh popularitas figur semata. Dibutuhkan mesin partai yang kuat, dukungan logistik, dan proses panjang membangun organisasi hingga ke akar rumput.
Baca juga: Di Solo, PSI Ungkap Kunjungan Jokowi ke NTT Bakal Diwarnai Acara Kebudayaan
"Partai butuh mesin, logistik, dan waktu 10-15 tahun untuk mengakar seperti PDIP atau Golkar. 'Efek Jokowi' bersifat elektoral jangka pendek, bukan struktural. Tanpa transformasi jadi partai ideologis, PSI rawan jadi partai selebritas," kata dia.
Karena itu, Agus menilai langkah yang lebih realistis bagi PSI adalah memperkuat basis politik di tingkat daerah melalui DPRD dan Pilkada sebelum menargetkan kursi DPR RI.
Menurutnya, citra PSI sebagai partai anak muda yang didukung figur Jokowi masih memiliki peluang berkembang di wilayah perkotaan dan daerah urban.
"Justru skenario kedua lebih realistis: konsolidasi di DPRD dan Pilkada. Dengan branding anak muda dan dukungan Jokowi, PSI punya celah di kota besar dan daerah urban. DPRD adalah laboratorium kaderisasi, sumber legitimasi, dan basis dana politik. Menguasai kursi daerah akan membangun mesin untuk 2029," pungkasnya. (amd/dre)