Dua Titik Karhutla Muncul di Banjarbaru, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Lahan Seluas 1,9 Hektare 
Irfani Rahman July 17, 2026 08:05 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Usai ditingkatkan statusnya menjadi siaga darurat di Banjarbaru,  dua kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,  Jumat (17/7/2026).

Tak ayal, tim BPBD Kota Banjarbaru bersama unsur langsung terkait bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini mengatakan, Jumat (17/7/2026) menyampaikan kejadian pertama karhutla itu terjadi di Jalan Kelurahan RT 09 RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.

"Luas lahan yang terbakar sekitar 0,7 hektare dengan jenis lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang. Tim menurunkan satu unit rescue dan satu unit water supply berkapasitas 5.000 liter untuk melakukan pemadaman serta observasi di lokasi. Kondisi saat ini sudah padam," urai Zaini

Baca juga: Kebakaran Lahan di Peramuan Landasan Ulin Banjarbaru, Api Muncul di Beberapa Titik

Baca juga: Heboh Pria di Guntung Manggis Banjarbaru Tercebur dalam Sumur, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Menurutnya, informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 14.26 Wita. Dugaan sementara penyebab kebakaran dipicu cuaca panas yang menyebabkan vegetasi kering mudah terbakar.

Setelah sekitar 40 menit kemudian, kebakaran lahan kembali dilaporkan terjadi di Jalan Transpol Ujung Murung RT 33, Kelurahan Sei Tiung, Kecamatan Cempaka.

Pada lokasi kedua, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,2 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar, ilalang, dan akasia di atas lahan mineral.

"BPBD menurunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk melakukan pemadaman bersama personel Polri. Saat ini kondisi sudah aman dan terkendali," katanya.

Secara keseluruhan, luas lahan yang terdampak dari dua kejadian tersebut mencapai sekitar 1,9 hektare. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

Zaini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, kondisi cuaca panas membuat lahan bervegetasi kering sangat rentan terbakar. 

(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.