TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melatih kaum perempuan Orang Asli Papua (OAP) memproduksi daun pandan menjadi berbagai produk kreatif bernilai jual, misalnya sandal, tas dan wadah anyaman lainnya.
Pejabat Pemprov Papua Barat Daya, Viktor Solossa saat pembukaan pelatihan di Sorong, Jumat, (17/7/2026) mengharapkan perempuan yang dilatih, nantinya menghasilkan produk kreatif untuk mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga.
"Pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendampingi agar usaha dapat berkembang berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga: Perpaduan Banda dan Papua, Pala Kaimana Diakui Sebagai Varietas Unik Baru
Pelatihan yang dibiayai dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan UMKM lokal dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar.
Kegiatan itu juga disebut sebagai upaya membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
"Jangan malu untuk belajar dan bertanya. Semakin banyak ilmu, semakin besar peluang untuk mengembangkan usaha," kata Viktor.
Baca juga: Kontraktor OAP Tolak Rp72 Miliar dan Ancam Palang Semua Kantor Dinas Papua Barat
Ia menyebut program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun Papua Barat Daya mandiri, produktif dan sejahtera.(*)