TRIBUNGORONTALO.COM – Semarak Bahagia QRIS Fest 2026 atau QRIS Jelajah Kuliner Indonesia resmi dibuka di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli 2026 tersebut, menjadi ajang promosi kuliner lokal sekaligus mendorong percepatan digitalisasi transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi vertikal, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com sore tadi, suasana kawasan acara mulai ramai.
Deretan stan kuliner khas Gorontalo dipenuhi pengunjung yang ingin mencicipi berbagai makanan dan minuman tradisional. Tak sedikit pula masyarakat yang langsung memanfaatkan pembayaran digital menggunakan QRIS di setiap stan (tenant) yang tersedia.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, M Andi Destriyan, mengatakan bahwa penyelenggaraan Bahagia QRIS Fest tahun ini dikemas lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun ini kami buat lebih meriah. Kami berkolaborasi bersama BKKBN pada momen Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33," ujar Andi saat memberikan sambutan pembukaan sore tadi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Andi menjelaskan bahwa selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan beragam kegiatan menarik yang menggabungkan promosi kuliner, edukasi transaksi digital, hingga hiburan bagi seluruh keluarga.
"Peserta QRIS Jelajah mendukung perekonomian UMKM. Kami merangkai kegiatan tiga hari ke depan," katanya.
Ia menuturkan, penyelenggaraan festival ini merupakan salah satu langkah Bank Indonesia dalam memperluas penggunaan transaksi digital melalui QRIS, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan Bahagia QRIS Fest tahun ini adalah kehadiran 30 merchant yang menyajikan aneka kuliner khas Gorontalo.
Mulai dari makanan tradisional, jajanan khas daerah, minuman lokal, hingga produk olahan UMKM lainnya dipamerkan dalam satu kawasan yang dapat dinikmati masyarakat selama pelaksanaan festival di Gelanggang Olahraga (GOR) David Toni Limboto.
Baca juga: Wacana Tarif Baru Wisata Hiu Paus, Anggota DPRD Gorontalo Minta Biaya Penunjang Tetap Wajar
"Kami juga menghadirkan 30 merchant kuliner khas Gorontalo untuk meningkatkan pengalaman sekaligus eksposur UMKM kuliner Gorontalo menjadi lebih baik ke depan, terutama dalam aspek digital," jelas Andi.
Menurutnya, digitalisasi pembayaran kini menjadi kebutuhan yang harus diikuti oleh seluruh pelaku usaha agar mampu bersaing di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi nontunai.
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, Bahagia QRIS Fest juga disiapkan sebagai ruang interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat.
Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk kuliner, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai penggunaan QRIS, berbagai program transaksi digital, hingga informasi mengenai pengembangan usaha yang difasilitasi oleh Bank Indonesia bersama mitra strategis.
Andi menambahkan, rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut juga akan diisi dengan berbagai hiburan, perlombaan, edukasi keluarga, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Sebagai puncak kemeriahan acara, Bank Indonesia menghadirkan musisi nasional Toton Caribo untuk menghibur masyarakat Gorontalo.
"Sejalan dengan hal itu, kami membuat Bahagia QRIS Fest dengan menghadirkan pada acara puncak artis nasional Toton Caribo," ungkapnya.
Bank Indonesia menilai, semakin banyak pengunjung yang hadir, maka semakin besar pula peluang transaksi yang terjadi di seluruh merchant peserta.
Andi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Bahagia QRIS Fest 2026 dapat terlaksana dengan baik.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, BKKBN Provinsi Gorontalo, serta berbagai instansi dan mitra lainnya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, serta BKKBN Provinsi yang telah membangun kolaborasi yang baik dengan kami," ujarnya.
Menurut Andi, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat digitalisasi ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing UMKM Gorontalo di masa mendatang.
Sebelumnya, Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Sariton, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum untuk mengampanyekan pentingnya ketahanan keluarga melalui tema Harganas tahun ini.
Menurutnya, tema Harganas 2026, yaitu "Ayah Wajib Hadir," mengandung pesan yang sangat kuat bahwa pembangunan keluarga menjadi tanggung jawab bersama.
"Kehadiran ayah bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional, sebagai pendidik, pelindung, teladan, sekaligus sahabat bagi anak-anaknya," ujar Tenny dalam sambutannya.
Ia mengatakan, melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, pesan tentang pentingnya membangun keluarga yang berkualitas dapat disampaikan kepada masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan menyenangkan.
Melalui penyelenggaraan Bahagia QRIS Fest 2026, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, pelaku usaha diharapkan memperoleh manfaat berupa peningkatan omzet, perluasan pasar, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Festival ini pun diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital di Gorontalo, sekaligus menjadi etalase bagi kekayaan kuliner daerah yang layak dikenal lebih luas di tingkat nasional. (*)