FIA Unilak, UNRI dan IKTA Al-Insyirah Perkuat Desa Pulau Birandang Menuju Kampung Tangguh Iklim
Muhammad Ridho July 17, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.

Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Penguatan Tata Kelola Kampung Iklim Berbasis Literasi Lingkungan yang diselenggarakan di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 Ketua RT, 5 Kepala Dusun, 10 Ketua RW di lingkungan Desa Pulan Birandang – Kabupaten Kampar - Riau, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Lancang Kuning (UNILAK), Universitas Riau (UNRI), dan Institut Teknologi dan Kesehatan Al Insyirah sebagai salah satu langkah mengedukasi masyarakat tentang Program Komunitas Iklim yang sedang digalakkan oleh Pemerintah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi KKN Tematik Proklinm Kolaboratif yang mempertemukan perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim. Kolaborasi ini menjadi salah satu model pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung Program Kampung Iklim (ProKlim), sekaligus memperkuat pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim.

Sebagai pembukaan, Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, S.AP, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur lingkungan hingga tingkat RT menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang tangguh menghadapi perubahan iklim. Hal senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pulau Birandang, H. Jurnalis, S.HI. Ia berharap ilmu yang diperoleh para peserta tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diwujudkan dalam aksi nyata di lingkungan masing-masing. Sedangkan sebagai pembicara, Dr. Dian Rianita, M.A., menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi persoalan masa depan, melainkan tantangan yang telah dirasakan masyarakat melalui meningkatnya suhu udara, perubahan pola musim, ancaman banjir, kekeringan, hingga penurunan produktivitas pertanian. Oleh sebab itu, Dosen Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Lancang Kuning ini menegaskan masyarakat desa perlu menjadi bagian dari solusi melalui aksi adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan dan berkolaborasi dengan pihak akademisi serta swasta dalam pelaksanaan mencapai ketahanan iklim ini.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diperkenalkan pada berbagai praktik yang dapat langsung diterapkan di lingkungan masing-masing, antara lain pemilahan sampah rumah tangga, pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pembangunan biopori dan sumur resapan, konservasi air, penanaman pohon, hingga pengembangan kebun pangan keluarga. Berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dapat dilaksanakan secara sederhana namun memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan penyuluhan, program ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem tata kelola lingkungan berbasis masyarakat yang menempatkan Ketua RT sebagai penggerak perubahan di tingkat komunitas. Dari lingkungan terkecil inilah budaya memilah sampah, menanam pohon, mengelola sumber daya air, dan memperkuat semangat gotong royong diharapkan tumbuh menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan. Model kolaborasi lintas perguruan tinggi dan pemerintah desa seperti ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. (rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.