TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Proses evakuasi truk pengangkut ikan yang terguling di Tanjakan Ngrepeh, masuk Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur membutuhkan waktu 3 jam lebih.
Derek dan towing yang dikerahkan untuk mengevakuasi datangnya tidak bersamaan. Sehingga harus menunggu keduanya.
Derek yang datang terlebih dahulu sekitar pukul 13.40 WIB. Karena berukuran kecil, belum kuat untuk membangunkan truk seperti semula.
Sempat tali yang digunakan untuk menarik putus dan berganti yang lebih kuat.
Baca juga: Polisi yang Diamankan saat Penangkapan Narkoba di Pohgajih Diperiksa Propam Polres Blitar
Baru sekitar 1 jam menunggu, kendaraan towing berukuran besar tiba. Namun itupun juga memakan waktu lama. Karena kondisi truk yang terguling tersangkut pohon.
Kanit Lantas Polsek Watulimo, Ipda Agus Nurhadi mengungkapkan kejadian terkait proses evakuasi truk yang terguling dan tadi setelah kita melaksanakan evakuasi mulai pukul 13.00 sampai 18.00 WIB.
"Alhamdulillah sudah selesai dan memang kendalanya tadi untuk dinaikkan truknya itu memang sulit. Karena tersangkut pohon, akhirnya sampai malam ini pukul 18.00 WIB," terang Ipda Agus Nurhadi kepada TribunMataraman.com, Jum'at (17/7/2026).
Jalan Raya Bandung-Prigi sempat tersendat berjam-jam akhirnya bisa dilalui. Rekayasa yang dilakukan polisi dengan dibantu warga sekitar melalui sistem buka tutup.
Tiga kali proses penarikan truk dihentikan untuk membuka akses jalan raya agar lalin bisa melintas sementara. Kemudian ditutup lagi untuk melanjutkan evakuasi.
"Alhamdulillah sudah selesai terangkut dan posisi sekarang sudah bisa dievakuasi. Jalan raya sudah lancar, arus lalin sudah lancar," paparnya.
Beliau mengungkapkan untuk kronologi tadi malam, truk dengan nomor polisi G 9771 DC dikemudikan oleh Mohammad Yusuf (38).
Pria asal Desa Babakan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tidak bisa menanjak. Sehingga mundur dan terguling di jurang dengan kedalaman 5 meter.
"Laka tunggal tadi malam dari truk bermuatan ikan dari arah Prigi akan ke Surabaya. Truk tidak kuat menanjak di akhirnya mundur sampai masuk ke dalam jurang," akuinya.
Ipda Agus mengatakan untuk pengemudi truk dalam keadaan sehat. Tidak ada luka-luka, hanya dari kendaraan saja yang rusak mengalami kerusakan baik di bak dan kaca depan.
Pihaknya mengaku sang sopir memang sudah beberapa kali ke Prigi untuk mengambil barang berupa ikan. Akan tetapi untuk insiden laka tunggal ini karena truk tidak kuat menanjak di Tanjakan Ngrepeh yang terbilang curam.
"Untuk pengemudi sudah sudah beberapa kali ke Pantai Prigi ke mriki untuk untuk mencari ikan jadi sudah beberapa kali," ulasnya.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Rumah Erma di Plosoklaten Kediri Didalami Labfor Polda Jatim
Ipda Agus tak lupa mengimbau kepada seluruh pengguna lalu lintas yang melintas di wilayah Kecamatan Watulimo supaya berhati-hati.
Tetep fokus, jika lelah disarankan untuk beristirahat. Serta selalu mengecek kondisi kendaraan yang dikendarai karena medan yang dilalui banyak naik turun.
"Kami menghimbau kepada para pengendara untuk jalur ke Pantai Prigi ke Kecamatan Watulimo untuk selalu berhati-hati. Karena banyak jalan tikungan maupun tanjakan," pesannya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)