Adinda Denisa Jadikan DPRD Rumah Belajar Demokrasi bagi Mahasiswa UMM
Haorrahman July 17, 2026 08:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa membuka ruang belajar demokrasi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Hal itu terbukti dari kunjungan akademik mahasiswa UMM ke Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung proses kerja lembaga legislatif, mulai penyerapan aspirasi hingga lahirnya sebuah kebijakan publik.

Menurut Adinda, DPRD tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembentuk peraturan daerah dan pengawas jalannya pemerintahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi politik kepada generasi muda.

Karena itu, kehadiran mahasiswa di gedung dewan diharapkan dapat memperkaya wawasan mereka mengenai praktik demokrasi yang sesungguhnya.

“Hari ini DPRD menjadi rumah belajar bagi adik-adik mahasiswa UMM untuk melihat langsung bagaimana proses demokrasi bekerja. Kami percaya setiap kebijakan publik selalu berawal dari aspirasi masyarakat yang didengar, dibahas, kemudian diperjuangkan melalui mekanisme yang ada,” ujar Adinda usai kegiatan.

Baca juga: Viral Insiden saat Balap Gledekan di Pasuruan, Seorang Anak Alami Luka Parah di Pelipis

Politisi muda tersebut menilai, keterlibatan mahasiswa dalam memahami sistem pemerintahan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

Sebab, generasi muda yang saat ini berada di bangku kuliah merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia di masa mendatang.

“Lebih dari itu, mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya

Karena itu, kata dia, penting bagi generasi muda memahami sejak dini bagaimana proses demokrasi berjalan dan bagaimana sebuah kebijakan lahir.

Adinda menegaskan, perubahan tidak cukup diwujudkan melalui kritik semata.

Baca juga: Usai Ditunjuk Jadi CEO, Gus Shobih Siapkan Strategi Besar untuk Pasuruan United

Menurutnya, demokrasi membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama kalangan muda, agar setiap kebijakan benar-benar lahir dari kebutuhan dan kepentingan publik.

“Perubahan tidak hanya lahir dari kritik, tetapi juga dari keterlibatan aktif dalam proses demokrasi. Semakin banyak anak muda yang memahami prosesnya, semakin besar pula peluang lahirnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap, kunjungan seperti ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami fungsi dan peran DPRD secara lebih utuh.

Dengan mengenal proses legislasi, penganggaran, hingga pengawasan secara langsung, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang kritis, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Bagi Adinda, DPRD harus terus membuka diri sebagai ruang pembelajaran publik.

Sebab, membangun demokrasi yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan legislatif, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

“Termasuk seperti ini, dari kalangan akademisi dan generasi muda yang kelak akan menjadi estafet kepemimpinan bangsa,” tutupnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.