TRIBUN-MEDAN.com – Kabupaten Pakpak Bharat yang kaya akan sumber daya alam bernilai tinggi, menghadapi tantangan serius dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis potensi lokal.
Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd, menegaskan pentingnya strategi beasiswa sebagai katalisator pembangunan SDM daerah.
Hal ini disampaikan Mutsyuhito saat memberikan Kuliah Umum Program Studi DIII Keperawatan Dairi, Poltekes Kemenkes Medan, Sidikalang, dengan materi berjudul “Beasiswa sebagai katalisator pengembangan SDM”.
“Saya perkenalkan Pakpak Bharat yang lebih dari 80 persen adalah hutan, ditumbuhi kayu dengan kualitas nomor satu di dunia. Namun, SDM yang mampu mengelola potensi lokal ini masih sangat terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka, melakukan monitoring berkala terhadap penerima beasiswa, serta mewajibkan mereka mengabdi di Pakpak Bharat. Ini untuk memastikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” jelas Mutsyuhito Solin dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Pakpak Bharat memiliki kekayaan alam luar biasa, namun keterbatasan SDM lokal menjadi hambatan utama.
Pemerintah daerah menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan instrumen strategis untuk memastikan generasi muda kembali dan berkontribusi langsung di kampung halaman.
Kuliah umum ini diinisiasi oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prodi DIII Keperawatan Dairi dengan tema “Membangun Generasi Perawat Unggul dan Berdaya Saing Global”.
Mutsyuhito juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai pengajar selama 35 tahun 6 bulan di Universitas Negeri Medan, serta perjalanan akademiknya hingga meraih gelar Doktor Magister Pendidikan.
“Saya banyak menulis dan meningkatkan studi, sampai kemudian saya memperoleh titel Doktor Magister Pendidikan,” ungkapnya.
Generasi Baru Perawat
Saat ini terdapat 37 pelajar asal Pakpak Bharat yang sedang menimba ilmu di Poltekes Kemenkes Prodi DIII Dairi.
Mayoritas dari mereka merupakan penerima manfaat program beasiswa Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Kepala Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes RI Medan, Dr. Amira Permata Sari Taigan, S.Kep, NS, M.Kep, menyampaikan apresiasi atas kuliah umum tersebut.
“Terima kasih untuk materi hari ini. Tentunya kita berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua. Bagi mahasiswa kami, semoga bisa tumbuh menjadi perawat yang profesional,” ucap Amira.
Beasiswa yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bukan hanya investasi pendidikan, tetapi juga strategi pembangunan jangka panjang.
Dengan memastikan penerima beasiswa kembali mengabdi, diharapkan SDM lokal mampu mengelola kekayaan alam daerah secara berkelanjutan dan berdaya saing global.
(*/Tribun-medan.com)