Lamine Yamal Absen dari Latihan Tim Spanyol dengan Perban di Paha Kiri Jelang Final Piala Dunia melawan Argentina yang Dipimpin Lionel Messi
Dewi Rahayu July 17, 2026 09:24 PM

Spanyol telah memulai persiapan mereka untuk final Piala Dunia 2026, namun kekhawatiran muncul terkait kondisi kebugaran bintang muda Lamine Yamal. Winger Barcelona itu terlihat mengenakan perban tebal di paha kirinya saat tidak ikut berlatih bersama skuad utama La Roja menjelang laga final hari Minggu melawan Argentina yang diperkuat Lionel Messi.

Tim nasional Spanyol kembali ke lapangan latihan untuk pertama kalinya sejak memastikan tempat di partai puncak Piala Dunia 2026. Namun suasana di kamp latihan sedikit berhati-hati karena baik Yamal maupun Pedro Porro harus berlatih terpisah dari kelompok utama. Yamal terlihat dengan perban mencolok di paha kirinya, memunculkan kekhawatiran akan ketersediaannya dalam pertandingan terbesar dalam karier mudanya.

Yamal menuntaskan kemenangan semifinal atas Prancis sambil merasakan efek dari benturan keras yang diterimanya. Insiden itu terjadi pada momen penting pertandingan ketika Lucas Digne menjatuhkannya di dalam kotak penalti, menghasilkan tendangan penalti yang dieksekusi oleh Mikel Oyarzabal untuk membuka keunggulan. Meski adrenalin pertandingan membuatnya mampu menyelesaikan laga hingga peluit akhir, rasa sakitnya meningkat setelah area tersebut mendingin di hotel tim di Dallas.

Staf medis Spanyol kini bekerja keras di Dallas untuk memulihkan pemain berusia 19 tahun itu, yang baru saja pulih dari cedera hamstring pada bulan April. Meskipun Yamal berlatih terpisah dan menggunakan perban, situasi di kamp masih tenang karena para pelatih mengelola beban latihannya secara hati-hati menjelang akhir pekan.

Menurut laporan dari Diario AS, keputusan untuk tidak melibatkan Yamal dalam latihan utama lebih bersifat sebagai langkah pencegahan. Setelah tampil di setiap pertandingan sepanjang turnamen — termasuk mencetak gol dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi di babak grup — Yamal menjadi kunci dalam ambisi negaranya. Dengan sorotan dunia tertuju padanya saat bersiap menghadapi idolanya, Messi, dalam final impian, pelatih Luis de la Fuente sangat berharap bisa menurunkannya dalam kondisi 100 persen. Tim medis juga tetap optimistis bahwa benturan keras tersebut tidak akan menyebabkan cedera jangka panjang.

Namun Yamal bukan satu-satunya pemain yang menjadi perhatian De la Fuente. Pedro Porro, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) di semifinal setelah mencetak gol kedua melawan Prancis, juga menjalani program latihan khusus. Bek sayap Tottenham itu menjadi salah satu pemain paling bekerja keras bagi Spanyol sepanjang fase gugur, namun intensitas permainan yang tinggi mulai mempengaruhi otot hamstring-nya.

Masalah yang dialami Porro digambarkan sebagai kelelahan otot ringan. Upaya fisik besar yang ia keluarkan di Dallas membuatnya akhirnya digantikan oleh Marcos Llorente di menit-menit akhir pertandingan. Setelah hanya tampil melawan Arab Saudi di babak grup, Porro kemudian bermain di setiap laga fase gugur — mencetak gol dalam kemenangan atas Austria sebelum tampil melawan Portugal, Belgia, dan akhirnya Prancis.

Meski kedua pemain menjalani program latihan terpisah, pelatih kepala Luis de la Fuente tetap optimistis bahwa ia akan memiliki seluruh skuadnya dalam kondisi siap tempur saat laga final dimulai pada hari Minggu. Berbicara setelah kemenangan di semifinal, sang pelatih menegaskan bahwa ia berharap tidak akan ada masalah berarti bagi kedua pemain kuncinya tersebut.

Spanyol berambisi untuk meraih gelar Piala Dunia kedua mereka, menambah koleksi setelah kemenangan bersejarah pada 2010 di Afrika Selatan. Sementara itu, Yamal berharap dapat menambah trofi internasional keduanya setelah membantu La Roja menjuarai Euro 2024. Di sisi lain, Argentina mengejar gelar dunia keempat mereka, melanjutkan tradisi kemenangan pada 1978, 1986, dan 2022.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.