Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Biru, Resort Kawasan Wilayah (RKW) 06 Mojokerto Barat, Jawa Timur, Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, mulai menunjukkan hasil.
Memasuki hari keempat, Jumat (17/7/2026), jumlah titik api yang semula mencapai lima hotspot kini menyisakan dua titik yang masih dalam proses pemadaman.
Kondisi di lapangan juga mulai membaik. Kabut asap yang sebelumnya menyelimuti kawasan hutan berangsur menipis seiring intensifnya upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan.
Meski demikian, petugas belum menghentikan operasi karena muncul dua titik api baru yang bergeser ke wilayah Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering selama musim kemarau.
Baca juga: Dulu Mati Suri, Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto Kini Disulap Jadi Sentra UMKM Kuliner
Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas, mengatakan seluruh lima hotspot yang sebelumnya menjadi fokus pemadaman telah berhasil dipadamkan. Namun, titik api bergeser ke lokasi lain di sekitar kawasan tersebut.
"Dari 5 Hotspot saat ini tersisa dua Hotspot, tapi posisinya bergeser tepatnya di wilayah Desa Begaganlimo, Gondang, Kabupaten Mojokerto," ujar Agustiningtyas, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, perubahan posisi titik api merupakan hal yang biasa terjadi pada kebakaran hutan, terutama ketika bara api masih tersisa dan dipengaruhi embusan angin.
"Kelima Hotspot yang kemarin sudah beda lagi dan sudah padam. Sekarang Hotspot posisinya di Begaganlimo, dua titik (karhutla)," jelasnya.
Petugas melakukan pemadaman melalui dua jalur, yakni dari kawasan Puncak Cendono, Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, serta melalui jalur Sumber Brantas, Kota Batu.
Di lokasi kebakaran, tim menggunakan metode pemadaman manual dengan memanfaatkan ranting pohon basah atau gepyok serta membuat sekat api untuk memutus rambatan kebakaran.
Menurut Agustiningtyas, sebagian titik api di area lereng yang curam menuju aliran sungai juga telah padam.
"Sebagian dipadamkan, untuk bagian tebing bawah padam sendiri. Tim 1 dan Tim 2 sudah turun kembali ke pos pemantauan, upaya pemadaman masih terus dilakukan," terangnya.
Setelah proses pemadaman selesai, petugas akan menerbangkan drone untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi mengingat cuaca panas dan musim kemarau masih berpotensi memunculkan titik api baru.
Selain fokus pada pemadaman, UPT Tahura R Soerjo juga meningkatkan pengamanan di kawasan hutan konservasi. Dugaan sementara, kemunculan titik api berkaitan dengan aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan.
"Kita tingkatkan pengamanan khususnya di jalur masuk perbatasan, teman-teman melakukan patroli malam," pungkas Agustiningtyas.
Pihak Tahura juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kawasan hutan lindung dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau berlangsung.