Serangan Drone Besar-besaran Ukraina di Krimea, 12 Kapal Rusia Kena Hantam
Hasiolan Eko P Gultom July 17, 2026 11:23 PM

Serangan Drone Besar-besaran Ukraina di Krimea, 12 Kapal Rusia Kena Hantam

 

TRIBUNNEWS.COM - Komandan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, Robert "Magyar" Brovdi, mengklaim pasukannya melancarkan salah satu operasi drone terbesar di Laut Hitam dengan menargetkan 12 kapal yang disebut terkait dengan Rusia.

Menurut Brovdi, kapal yang diserang terdiri atas sembilan kapal kargo, satu kapal tanker minyak, satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG), serta satu kapal tunda.

Serangan tersebut diklaim berlangsung pada Jumat 17 Juli 2026 dan bertepatan dengan rangkaian serangan drone ke sejumlah titik di Semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia.

Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum mendapat konfirmasi dari pihak Rusia.

Operasi "Molochka" Sasar Armada Bayangan

Brovdi mengatakan serangan merupakan bagian dari operasi berkode "Molochka", yang dimulai pada 6 Juli dengan sasaran kapal-kapal yang disebut sebagai "shadow fleet" atau armada bayangan Rusia.

Menurutnya, sejak operasi dimulai, pasukan Ukraina telah menyerang 159 kapal, terdiri atas 117 kapal di Laut Azov dan 42 kapal di Laut Hitam.

Pemerintah Ukraina menuduh armada bayangan tersebut digunakan Rusia untuk mengekspor minyak melalui berbagai bendera negara guna menghindari sanksi internasional, embargo, dan pembatasan harga minyak yang diberlakukan negara-negara G7.

Kyiv menilai pendapatan dari ekspor minyak tersebut menjadi salah satu sumber pembiayaan operasi militer Rusia.

Ledakan dan Kebakaran Dilaporkan di Krimea

Bersamaan dengan operasi di laut, sejumlah ledakan dan kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Krimea.

Kanal Telegram pro-Ukraina Crimean Wind melaporkan kebakaran besar terjadi di area Stasiun Kereta Kerch yang disebut menghanguskan sejumlah gerbong dan gudang.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di Koktebel dan Feodosia, sementara kebakaran disebut terjadi di kawasan Arabat Spit, termasuk di sekitar lokasi yang diklaim digunakan militer Rusia.

Salah satu titik kebakaran juga dilaporkan berada di dekat bekas pangkalan udara militer di kawasan Baherove.

Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Jembatan Krimea
Jembatan Krimea (TASS)

Jembatan Krimea Sempat Ditutup

Otoritas Rusia di Sevastopol mengeluarkan dua kali peringatan serangan udara pada malam 16 Juli hingga dini hari 17 Juli.

Sementara itu, lalu lintas di Jembatan Krimea, yang menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan Rusia, dihentikan sementara selama hampir tujuh jam, mulai pukul 21.43 hingga 05.13 waktu setempat.

Belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab penghentian lalu lintas tersebut.

Ukraina Intensifkan Serangan Jarak Jauh

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan menggunakan drone jarak jauh terhadap sasaran militer dan logistik Rusia, baik di wilayah Rusia maupun daerah yang dikuasai Moskow.

Sehari sebelumnya, Pasukan Khusus Omega Ukraina mengklaim berhasil menghancurkan sebuah pesawat pembom Su-24M di Pangkalan Udara Saky, Krimea, menggunakan dua drone FPV.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) juga mengumumkan kapal nirawak mereka menyerang dua kapal tanker minyak yang disebut merupakan bagian dari armada bayangan Rusia di Laut Hitam.

Rangkaian operasi tersebut menunjukkan strategi Ukraina yang semakin berfokus pada gangguan terhadap jalur logistik, infrastruktur energi, dan aset maritim Rusia di kawasan Laut Hitam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.