BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Isi kecemasasan Kepsek Pasca SDN 3 Mandingin HST Kalsel tak dapat murid baru,
Di tengah tidak adanya satu pun murid baru yang masuk pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 3 Mandingin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), masih mempertahankan aktivitas belajar mengajar.
Pantauan Banjarmasinpost.co.id, jumat, (17/07/2026), sekolah yang kini hanya memiliki 16 siswa ini berharap tetap dapat beroperasi karena juga melayani pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Plt Kepala SDN 3 Mandingin, Muhammad Arif, mengatakan, sekolah yang berdiri sejak 1981 tersebut saat ini mendampingi peserta didik penyandang tuna daksa dan tuna wicara. Sejumlah guru juga telah mengikuti pelatihan pendidikan inklusi agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai.
Baca juga: Buku Motivasi Jadi Bacaan Favorit, Nanda Nur Azizah Mahasiswi FKIP ULM Ungkap Alasan
Baca juga: Mahasiswi UMB Wakili Kalsel di ajang nasional,Raih 2nd Runner Up Beauty Muslimah Indonesia 2026
Menurutnya, keberadaan sekolah itu bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
“Alhamdulillah, anak yang tuna wicara sudah mulai berkembang. Sekarang sudah bisa berbicara sedikit demi sedikit. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pendampingan,” katanya.
Arif mengaku khawatir apabila sekolah nantinya diregrouping atau bahkan ditutup. Sebab, anak-anak berkebutuhan khusus yang selama ini belajar di SDN 3 Mandingin dikhawatirkan kesulitan memperoleh layanan yang sama.
“Kalau sekolah ini ditutup atau diregrouping, kami khawatir mereka akan kesulitan mendapatkan perhatian seperti yang diterima sekarang,” ujarnya.
Di sisi lain, SDN 3 Mandingin menjadi satu-satunya sekolah dasar di HST yang tidak menerima murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Padahal, sebelumnya sempat ada seorang calon peserta didik yang telah mendaftar dengan berkas administrasi lengkap.
Namun, calon siswa tersebut akhirnya mengundurkan diri. Arif menilai, salah satu penyebabnya adalah munculnya informasi mengenai rencana regrouping sekolah yang sempat disampaikan kepada orang tua.
Selain itu, lokasi sekolah yang berdekatan dengan SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur membuat banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke dua sekolah tersebut.
Kondisi lingkungan yang kerap terdampak banjir serta berkurangnya jumlah anak usia sekolah di sekitar kawasan itu juga turut memengaruhi penurunan jumlah peserta didik.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat masyarakat, termasuk mendatangi rumah-rumah warga sebelum masa penerimaan peserta didik baru dimulai. Namun, langkah tersebut belum mampu menambah jumlah siswa tahun ini.
"Kami tetap berharap SDN 3 Mandingin bisa terus melaksanakan proses pembelajaran dan menjadi bagian dari layanan pendidikan bagi masyarakat, khususnya untuk anak-anak yang membutuhkan pendampingan lebih intensif," pungkas Arif.
Jemput Bola Door to Door
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencatat sebanyak 2.917 murid baru masuk kelas I sekolah dasar pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Di balik angka tersebut, terdapat dua sekolah dasar yang hingga kini belum memperoleh satu pun siswa baru, yakni SDN 3 Mandingin dan SDN 4 Murung B.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik HST, Badaruddin, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pihaknya. Meski demikian, penyebab nihilnya siswa baru di kedua sekolah berbeda.
"Jumlah murid baru SD Tahun Pelajaran 2026/2027 yang kami terima sebanyak 2.917 murid," ujarnya, jumat, (17/07/2026).
Menurut Badaruddin, untuk mengatasi minimnya peserta didik, pihak sekolah diminta aktif melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.
"Solusinya kami persilakan pihak sekolah melakukan pendekatan secara door to door ke rumah warga di sekitar sekolah agar anak-anak yang memenuhi usia sekolah bisa didaftarkan ke SD tersebut," katanya.
Khusus SDN 4 Murung B, Badaruddin menjelaskan tidak adanya murid baru disebabkan memang tidak terdapat anak usia sekolah di lingkungan terdekat.
"Di RT 01 memang tidak ada anak yang berusia sekolah. Sudah diadakan rapat dengan orang tua, tetapi memang anak usia sekolahnya tidak ada," jelasnya.
Selain itu, keberadaan taman kanak-kanak (TK) di Desa Murung B yang lokasinya lebih dekat dengan SDN 1 Murung B dan SDN 2 Murung B juga membuat calon siswa cenderung melanjutkan pendidikan ke dua sekolah tersebut dibandingkan ke SDN 4 Murung B.
Sementara itu, SDN 3 Mandingin juga tercatat belum memiliki murid baru pada tahun ajaran ini. Disdik HST menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut bersama pihak sekolah untuk mencari solusi agar keberlangsungan proses belajar mengajar tetap terjaga.
Secara keseluruhan, terdapat 253 sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menyelenggarakan pendidikan pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Disdik HST akan menjadikan kondisi sekolah yang minim atau tanpa peserta didik baru sebagai bahan evaluasi pemerataan layanan pendidikan di daerah
(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).