FIFA Mengambil Keputusan Terkait Larangan Lisandro Martínez di Final Piala Dunia 2026
Agus Firmansyah July 18, 2026 01:12 AM

Bek Manchester United, Lisandro Martínez, tampaknya menerima kabar baik terkait keterlibatannya di final Piala Dunia FIFA 2026. Pemain asal Argentina tersebut menjadi andalan negaranya selama turnamen, tampil sebagai starter dalam enam dari tujuh pertandingan sejauh ini.

Martínez bermain selama 72 menit dalam kemenangan ketat 2-1 atas Inggris di semifinal awal pekan ini, yang membawa Argentina melaju ke final melawan Spanyol di Stadion New York New Jersey. Julukan “Si Tukang Jagal” itu menjadi sosok tak tergantikan bagi Manchester United sejak awal tahun dan telah membuktikan layak masuk skuad Lionel Scaloni untuk Piala Dunia.

Martínez juga menjalin kerja sama solid dengan bek Tottenham Hotspur, Cristian Romero. Namun, pemain Setan Merah itu memicu kontroversi setelah kemenangan atas Inggris pada Rabu lalu.

Martínez dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan dengan membawa spanduk yang menyinggung Kepulauan Falkland, wilayah yang menjadi pusat konflik antara Argentina dan Inggris pada tahun 1982. Berdasarkan Pasal 34.3 peraturan Piala Dunia, para pemain dilarang menampilkan pesan atau slogan politik sebelum, selama, atau setelah pertandingan.

Insiden ini memunculkan desakan agar enam pemain Argentina, termasuk Martínez, Romero, dan Giovani Lo Celso, dikenai larangan tampil di final Piala Dunia FIFA. Pemerintah Inggris bahkan telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak FIFA untuk mengambil tindakan tegas.

FIFA kemudian menanggapi kontroversi tersebut melalui pernyataan resmi yang berbunyi: “Sebagaimana prosedur standar, Komite Disiplin Independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum menentukan langkah lanjutan berdasarkan Kode Disiplin FIFA.”

UEFA sebelumnya pernah menjatuhkan larangan satu pertandingan kepada Álvaro Morata dan Rodri setelah keduanya meneriakkan “Gibraltar adalah milik Spanyol” usai kemenangan atas Inggris di final Euro 2024. Keputusan tersebut kini dijadikan acuan oleh pemimpin Partai Demokrat Liberal, Ed Davey, yang mendesak FIFA untuk menangguhkan seluruh enam pemain Argentina dari laga final Piala Dunia.

FIFA juga pernah menjatuhkan denda kepada Argentina pada tahun 2014 karena menampilkan spanduk serupa setelah laga persahabatan melawan Slovenia. Badan sepak bola dunia itu kini telah membentuk komite disiplin untuk menilai insiden terkini, menimbulkan kekhawatiran bahwa Martínez dan rekan-rekannya bisa absen di partai puncak. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan arah berbeda.

Menurut laporan COPE, para pemain yang terlibat dalam insiden tersebut kecil kemungkinan akan dilarang tampil di final Piala Dunia FIFA 2026. Laporan itu menyebutkan: “Peraturan sangat jelas dan akan diterapkan. Masalah ini kini berada di tangan Komite Disiplin FIFA yang akan menentukan sanksinya.”

“Namun, keputusan akhir tidak akan diambil hingga Piala Dunia usai, yang berarti para pemain yang terlibat tetap dapat bermain di final melawan Spanyol pada hari Minggu tanpa hambatan,” demikian yang dilaporkan oleh Arancha Rodríguez.

Sementara itu, media Argentina Clarin menyatakan bahwa sanksi berupa larangan bermain tampaknya tidak mungkin dijatuhkan. “Konsekuensinya dapat berupa peringatan atau denda kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) atau pemain yang terlibat,” tulis laporan tersebut.

“Larangan bermain tampaknya menjadi opsi yang kecil kemungkinannya dan biasanya hanya diberlakukan pada kasus yang dianggap sangat serius atau pelanggaran berulang.”

Martínez kini bersiap tampil di final setelah membantu Argentina mencapai partai puncak Piala Dunia 2026. Dengan kontraknya di Manchester United yang akan berakhir tahun ini, performa impresifnya bisa membuat pihak INEOS mempertimbangkan untuk menawarkan perpanjangan kontrak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.