SURYA.CO.ID - Aksi pencurian fasilitas umum kembali meresahkan warga Kota Surabaya, Jawa Timur.
Kali ini, pagar pembatas dan lampu hias di kawasan Ketabang, tepatnya di jembatan yang menghubungkan Surabaya Plaza dan Jalan Ketabang, dilaporkan hilang digondol pencuri.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, atau yang akrab disapa Cak Ji, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @cakj1, Cak Ji tampak geram melihat nekatnya aksi para pelaku yang mencuri besi pagar berukuran besar tersebut.
Baca juga: Tragedi Pulang Rekreasi dari Batu: Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan, 5 Tewas
Dalam tinjauannya, Cak Ji mengungkapkan bahwa pencurian ini dilakukan secara terencana.
Pelaku diduga menggunakan alat berat untuk memotong besi yang sebenarnya sudah terpasang sangat kuat.
Ia menjelaskan bahwa pagar tersebut seharusnya sulit dilepas secara manual.
Namun, pelaku berhasil membawa kabur beberapa panel (plong) pagar beserta tiang lampunya.
"Nah ini asalnya pagernya ini seperti ini ya. Padahal ini kuat loh. Ya, ini bautnya memang bisa dilepas. Ya bisa dilepas. Tapi anehnya ini berapa lubang yang hilang, yang dicuri. Ini kan untuk hiasan, untuk pembatas," ujarnya sembari menunjukkan sisa pagar yang masih ada.
Melihat skala material yang hilang, Cak Ji meyakini pelaku tidak bekerja sendirian dan kemungkinan besar menggunakan kendaraan besar untuk mengangkut hasil curiannya.
"Oh, pakai las ini. Pakai las ini loh, dilas ini loh. Oh, bukan cuma tengahnya ya. Tapi sama batangnya ini loh, sama lampunya loh. Sama lampunya yang diambil ini loh. Ini lah nggak bawa truk, nggak iso ini. Kalau nggak bawa truk masa iso (bisa)? nggak iso (bisa) ini," tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya ada delapan panel pagar yang hilang.
Cak Ji juga menyoroti keberanian pelaku karena area tersebut sebenarnya dialiri arus listrik untuk lampu hias.
"Dilas ya. Gendeng. Berapa plong ini? Satu, dua, satu, dua, tiga, empat, empat, lima, enam, tujuh, delapan."
"Padahal juga ada listriknya lho. Raimu nggak kestrum lho rek, sing nyolong, malinge loh heh. Kok nggak kestrum, lek kesetrum lak apik lho ya," ungkapnya geram.
Cak Ji menduga aksi ini dilakukan oleh lebih dari empat orang.
Para pelaku diduga memanfaatkan situasi di sekitar lokasi yang memang sedang ada proyek perbaikan taman sehingga warga sekitar mungkin tidak menaruh curiga saat mendengar suara bising mesin las atau gerinda.
"Lah iyo-yo, sopo (siapa) sing nyolong ya. Cek kebacute (parah banget)," kata Cak Ji dengan nada tinggi.
Ia juga mengenang kejadian serupa yang pernah terjadi di kawasan lain di Surabaya.
"Dulu di tempat saya, di Merr, tutupnya main hole (manhole) bak kontrol, hilang. Saiki pager loh, luar biasa malingnya," kata Armuji heran.
Pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam. Cak Ji menegaskan akan segera membuka rekaman CCTV yang ada di sekitar kawasan Ketabang untuk mengidentifikasi para pelaku dan kendaraan yang digunakan.
"Padahal ada CCTV, CCTV. Ya coba nanti kita buka CCTV-nya. Jam berapa maling ini ambil pager ini. Ini pasti lebih daripada 4 orang ini, pasti."
'Kan bunyinya keras ya. Apa orang sekelilingnya nggak curiga ya orang sekeliling sini ya. Karena di sebelah itu kan ada perbaikan taman ya. Dikira mungkin orang akan memperbaiki pagar ini," pungkasnya.
Cak Ji juga mengingatkan bahwa barang curian tersebut akan sulit dijual karena memiliki logo khusus Pemerintah Kota Surabaya.
"Dan kalau dijual di loak pun gampang ketahuan karena ada logo," tutupnya.