Pimpin Panen Raya, Presiden Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Feryanto Hadi July 18, 2026 12:34 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, MALANG – Presiden Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta tiga Kepala Staf Angkatan, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), memimpin panen raya serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026)

Panen raya tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia.

TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan tebu, TNI Angkatan Laut fokus pada kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat mendukung produksi padi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan keterlibatan TNI dalam sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

Baca juga: Begini Cerita Menkop soal Prabowo Dapat Wangsit Bangun Kopdes Merah Putih 

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri," tegas Presiden.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

"Program ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis, yaitu tebu oleh TNI AU, kedelai oleh TNI AL, dan padi oleh TNI AD," kata Agus.

Menurut Panglima, pembagian tugas tersebut memungkinkan setiap matra memberikan pendampingan secara optimal kepada petani sesuai komoditas yang menjadi tanggung jawabnya.

TNI Angkatan Udara, lanjut Agus, bekerja sama dengan Sinergi Gula Nusantara (SGN), perusahaan swasta, dan asosiasi petani tebu dalam mendampingi pengembangan tebu di lahan seluas 236.048 hektare pada musim tanam 2026. Lahan tersebut diproyeksikan menghasilkan 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang berkontribusi sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional 2026.

Khusus di Lanud Abdulrachman Saleh, lokasi panen raya yang dipimpin Presiden Prabowo, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare dengan potensi produksi sekitar 72.045 ton tebu.

Dengan harga rata-rata Rp720 ribu per ton, hasil panen tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat pasokan gula nasional.

Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga menghasilkan berbagai produk turunan, seperti molase, bioetanol, bahan baku industri dan farmasi, pupuk organik, serta produk lainnya yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Di sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi budidaya di lahan seluas 2.432 hektare dengan produksi mencapai 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah.

Produksi tersebut menyumbang sekitar 0,35 persen dari target produksi kedelai nasional 2026.

Untuk meningkatkan produksi, hingga Juni 2026 TNI AL juga telah membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah. Dari lahan tersebut diperkirakan akan dihasilkan sekitar 5.287 ton kedelai.

"Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor," ujar Agus.

Sementara itu, TNI Angkatan Darat mendampingi panen padi seluas 479.610 hektare selama Juli 2026. 

Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juni 2026, TNI AD telah mendampingi panen di lahan seluas 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.