TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Harapan warga Dusun Lelumpang, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, akhirnya mulai terjawab.
Setelah bertahun-tahun mengeluhkan kondisi jembatan batang kelapa yang rusak dan membahayakan pengguna jalan, pembangunan jembatan permanen melalui Program Presiden Jembatan Merah Putih kini resmi dimulai.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (18/7/2026), aktivitas pembangunan sudah berlangsung di lokasi. Sejumlah personel TNI dari Kodim 1427/Pasangkayu bersama anggota Batalyon tampak bekerja menyiapkan pondasi jembatan baru.
Baca juga: Ditjen Dukcapil dan Pemkab Pasangkayu Tuntaskan 1.410 Layanan Adminduk Lewat GISA Jebol
Baca juga: Dulu Dipenuhi Sampah, Pantai Baras Pasangkayu Kini Kembali Asri Berkat Gotong Royong
Di sisi samping jembatan lama, alat berat telah menggali tanah sebagai lokasi pembangunan pondasi. Lubang galian terlihat cukup dalam dengan tumpukan tanah berada di sekitarnya.
Di lokasi juga tampak tumpukan batu kali yang akan digunakan sebagai material pondasi.
Sementara itu, rangka besi tulangan berdiri tegak dan sebagian lainnya telah dirangkai membentuk kolom-kolom beton.
Beberapa anggota TNI terlihat mengelas rangka besi, sedangkan personel lainnya mengatur posisi material pembangunan.
Pembangunan dilakukan tepat di samping jembatan batang kelapa yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju perkebunan kelapa sawit dan desa tetangga.
Meski jembatan lama masih digunakan, warga kini tampak lebih tenang karena pembangunan jembatan permanen akhirnya benar-benar terealisasi.
Di sekitar lokasi terlihat hamparan perkebunan kelapa sawit dengan pepohonan kelapa yang menjulang tinggi.
Jalan menuju jembatan masih berupa jalan berbatu yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat pengangkut hasil panen sawit.
Suasana di lokasi berlangsung ramai. Sejumlah warga terlihat datang menyaksikan proses pembangunan.
Mereka sesekali berbincang dengan personel TNI sambil memperhatikan tahapan pekerjaan.
Salah seorang warga, Herman, mengaku sangat bersyukur pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan akhirnya dimulai.
Menurutnya, selama bertahun-tahun masyarakat harus melintasi jembatan batang kelapa yang kondisinya semakin rapuh dan membahayakan.
"Alhamdulillah kami sangat senang karena akhirnya mulai dibangun. Sudah lama sekali masyarakat menunggu jembatan ini. Selama ini kami selalu waswas kalau lewat karena batang kelapanya sudah banyak yang rusak," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Herman mengatakan jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama petani yang setiap hari mengangkut hasil panen kelapa sawit.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga masyarakat segera dapat menikmati jembatan yang lebih aman dan layak.
"Kami berharap pembangunannya cepat selesai. Dengan adanya jembatan permanen nanti tentu aktivitas masyarakat akan jauh lebih mudah dan tidak lagi khawatir saat melintas," katanya.
Sementara itu, salah seorang anggota Batalyon yang berada di lokasi mengatakan pekerjaan pembangunan telah dimulai sejak sekitar sepekan lalu.
Saat ini personel masih fokus pada pekerjaan awal berupa penggalian, penyiapan pondasi, serta perakitan besi tulangan sebelum memasuki tahapan pengecoran.
"Sudah sekitar sepekan kami mulai bekerja di sini. Sekarang masih tahap persiapan pondasi dan pemasangan besi. Nanti saat pengecoran kemungkinan kami juga akan melibatkan bantuan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, antusiasme warga sejak awal pembangunan cukup tinggi. Banyak warga datang melihat perkembangan pekerjaan dan menyampaikan apresiasi kepada personel yang bertugas.
Keterlibatan masyarakat nantinya diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sehingga jembatan dapat segera difungsikan sebagai akses utama penghubung antarwilayah sekaligus jalur distribusi hasil perkebunan warga.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Dusun Lelumpang setelah sebelumnya mereka berkali-kali menyampaikan keluhan terkait kondisi jembatan batang kelapa yang telah lapuk dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kini, harapan warga agar memiliki jembatan permanen yang aman mulai terlihat menjadi kenyataan melalui Program Presiden Jembatan Merah Putih yang dikerjakan oleh personel Kodim 1427/Pasangkayu bersama Batalyon Pasangkayu.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan