TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Upaya Pemerintah Kelurahan Baras bersama masyarakat membersihkan kawasan pesisir mulai membuahkan hasil.
Setelah beberapa kali menggelar aksi gotong royong setiap pekan, kondisi Pantai Baras di Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, kini terlihat jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (18/7/2026), hamparan pasir di sepanjang bibir pantai tampak bersih dari tumpukan sampah rumah tangga yang sebelumnya memenuhi kawasan pesisir.
Baca juga: Jalan Baharuddin Lopa Mamuju Rusak, Warga Keluhkan Lubang di Depan SD Buahati
Baca juga: Kronologi Ricuh Konser di Mamuju, Tiga Pemuda Diduga Mabuk Bersenggolan lalu Terlibat Perkelahian
Air laut terlihat tenang dengan deretan perahu nelayan yang bersandar rapi di tepi pantai.
Garis pantai juga tampak lebih terbuka karena tidak lagi dipenuhi kantong plastik, botol minuman, gelas plastik, maupun berbagai jenis sampah domestik yang sebelumnya berserakan.
Di sejumlah titik memang masih terlihat beberapa potongan ranting, daun kering, dan sampah alami yang terbawa ombak.
Namun, tumpukan sampah rumah tangga yang sempat menjadi pemandangan sehari-hari kini nyaris tidak terlihat.
Suasana pantai pun tampak lebih nyaman dan asri. Area yang sebelumnya dipenuhi limbah rumah tangga kini kembali memperlihatkan keindahan pesisir dengan hamparan pasir yang bersih serta perahu-perahu nelayan yang berjajar di tepian.
Lurah Baras, Asria, saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (18/7/2026), mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat yang secara rutin melaksanakan gotong royong setiap pekan.
"Alhamdulillah, kondisinya sudah jauh lebih bersih dibanding sebelumnya. Meski belum sepenuhnya bersih, tetapi perubahan ini sangat terlihat karena masyarakat mulai peduli menjaga lingkungan," ujarnya.
Menurut Asria, masih ada sampah yang terbawa arus laut maupun sungai sehingga sesekali kembali muncul di kawasan pesisir.
Selain itu, masih ditemukan segelintir warga yang membuang sampah sembarangan meski jumlahnya mulai berkurang.
"Belum sepenuhnya karena setiap hari pasti ada sampah kiriman dari laut atau sungai. Namun kalau dibandingkan beberapa pekan lalu, kondisinya sudah jauh lebih baik," katanya.
Ia menjelaskan, gotong royong akan terus dilaksanakan secara rutin agar kebersihan pantai tetap terjaga.
Pemerintah Kelurahan Baras juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak lagi menjadikan pantai sebagai lokasi pembuangan sampah.
Asria menilai meningkatnya kesadaran warga menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan pesisir.
Menurutnya, masyarakat kini mulai memahami bahwa pantai merupakan aset bersama yang harus dirawat demi kenyamanan warga maupun pengunjung.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kebersihan pantai hanya bisa dipertahankan kalau seluruh masyarakat ikut menjaga dan tidak lagi membuang sampah sembarangan," tuturnya.
Ia menegaskan, imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah kelurahan tetap diberlakukan.
Warga yang terbukti berulang kali membuang sampah sembarangan akan dipanggil untuk diberikan pembinaan, bahkan dapat dikenai sanksi administratif sesuai kebijakan yang telah disampaikan sebelumnya.
Selain itu, pihak kelurahan juga meminta masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi lingkungan. Warga yang melihat adanya aktivitas pembuangan sampah sembarangan diminta melaporkan kepada pemerintah kelurahan disertai dokumentasi sebagai bahan tindak lanjut.
Asria berharap perubahan yang mulai terlihat saat ini dapat dipertahankan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Ia optimistis, jika kebiasaan menjaga kebersihan terus dilakukan, Pantai Baras dapat menjadi kawasan pesisir yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berkunjung ke wilayah tersebut.
"Harapan kami, pantai ini tetap bersih bukan hanya setelah gotong royong, tetapi menjadi budaya masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan. Kalau kesadaran itu terus tumbuh, kami yakin Pantai Baras akan semakin indah," pungkasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan