Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com REDELONG – Jagat maya di dataran tinggi Gayo tiba-tiba riuh. Sebuah video yang menampilkan aksi membuang sampah sembarangan di tepi sungai kawasan Desa Bener Kelipah Utara, Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, viral setelah diunggah oleh akun Instagram @kebergayo.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung diserbu ratusan komentar netizen yang terbagi menjadi dua kubu, ada yang mengecam keras, namun sebagian lainnya justru membela.
"Giliran banjir pemerintah yang disalahin," sindir pemilik akun @Sawrr433 di kolom komentar yang dikutip TribunGayo.com, Sabtu (18/7/2026).
Senada dengan itu, akun @yusufhabiebie54 ikut menuliskannya, "Jangan salahkan alam bila terjadi bencana, manusia pun menjadi bencana bagi alam dan bagi manusia lainnya."
Di sisi lain, muncul suara pembelaan dari netizen yang kurang memadai fasilitas di hilir. Akun @fauzi_gistara, misalnya, mencoba melihat realitas kondisi wilayah tersebut.
Baca juga: Prediksi Cuaca Bener Meriah Besok 18 Juli 2026, Hujan pada Siang Hari
"Jangan cuma menyalahkan yang buang, coba liat lagi, emang ada tempat pembuangan sampah umum di seputaran Permata? Ini terjadi karena memang tidak ada lokasi yang jelas untuk pembuangan sampah," tulisnya.
Menangapi kegaduhan di media sosial tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat.
Satuan Personalia Opsnal Satreskrim Polres Bener Meriah langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat (17/7/2026) malam.
Hasil penelusuran polisi mengungkap fakta baru. Sampah yang dibuang ke aliran sungai tersebut ternyata bukan limbah rumah tangga biasa, melainkan material puing-puing sisa rumah warga yang luluh lantak akibat musibah kebakaran di Desa Pemango, Kecamatan Permata.
Berdasarkan keterangan dari Reje Kampung (Kepala Desa) Pemango, sisa-sisa material kebakaran tersebut diangkut menggunakan mobil pikap milik warga bernama Sadri, lalu dibuang di tepi Sungai Bener Kelipah Utara.
Saat ini, polisi telah mengantongi identitas salah satu terduga pelaku berinisial Z (50), warga Kampung Wih Tenang Toa, Kecamatan Permata.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, melalui Kasi Humas Ipda Eriadi, menegaskan bahwa kepolisian bertindak responsif terhadap segala keresahan warga, termasuk yang difasilitasi oleh viralnya video di medsos.
“Begitu menerima informasi terkait video yang viral, personel kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan fakta di lapangan dan melakukan penyelidikan. Saat ini identitas pihak yang diduga terlibat telah diketahui dan diberikan peringatan keras,” ujar Ipda Eriadi, Sabtu (18/7/2026).
Ipda Eriadi menambahkan, meski bermotif membersihkan sisa bencana, tindakan membuang material ke sungai tetap tidak dibenarkan.
Pihak kepolisian memastikan akan mengambil langkah hukum tegas jika tindakan serupa kembali terulang di kemudian hari.
Pihak kepolisian turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Bener Meriah, agar tidak membuang sampah maupun limbah di bantaran sungai atau tempat yang bukan peruntukannya.
Tindakan tersebut dinilai dapat merusak kelestarian lingkungan, mencemari aliran air, serta memicu dampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.
"Polres Bener Meriah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tindakan yang berpotensi merusak lingkungan. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan responsif," demikian pungkas Kasi Humas Polres Bener Meriah. (*)