TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – M Syarif Elvirian, seorang menantu nekat membakar rumah mertuanya di pemukiman RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026) malam.
Syarif kini telah resmi diringkus oleh tim gabungan Polres Lubuklinggau.
Di hadapan penyidik, terungkap moptif mengejutkan dari sang menantu yang tega menghanguskan aset keluarga istrinya sendiri hingga memicu kerugian ratusan juta rupiah setelah api menjalar ke 11 rumah warga.
Sosok Syarif dikenal tempramental dalam rumah tangganya bersama sang istri, SW.
Baca juga: Menantu Bakar Rumah Mertua Hanguskan 11 Bangunan di Lubuklinggau, Petugas Damkar Turut jadi Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif dan tes urine oleh pihak kepolisian, menyatakan bahwa Syarif positif mengonsumsi narkoba.
Sekitar empat hari sebelum insiden pembakaran, Ketua RT 04, Ali Lukman mengungkapkan bahwa Syarif sempat terlibat cekcok hebat dengan SW.
Syarif tega melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) secara brutal kepada istrinya sendiri hingga korban dilarikan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pasca-menjadi korban penganiayaan, SW berniat untuk menyudahi rumah tangganya dengan Syarif dengan melayangkan gugatan cerai ke pengadilan.
Rencana gugatan cerai ini rupanya terendus oleh Syarif.
Alih-alih menyesali tindakan kekerasannya yang membuat sang istri masuk rumah sakit, Syarif justru tersulut emosi dan sakit hati karena tidak terima diceraikan oleh SW.
Rasa frustrasi inilah yang kemudian memicu niat jahatnya untuk melakukan aksi balas dendam.
Aksi nekat mengeksekusi rencana pembakaran itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Ali Lukman, membeberkan bahwa sebelum api berkobar, sempat terdengar keributan di rumah tersebut.
"Syarif datang ke rumah tersebut dan diduga menendang atau mendobrak pintu rumah. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa rumah diduga dibakar menggunakan bensin oleh Syarif," ungkap Ali Lukman.
Setelah bensin disulut, api langsung berkobar hebat dari dalam rumah dan membumbung tinggi ke udara.
Karena lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk, api dengan sangat cepat merembet ke kanan-kiri dan melahap rumah warga lainnya.
Usai memastikan rumah mertuanya terbakar, Syarif langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). Namun pelariannya tidak berlangsung lama.
Selang beberapa jam setelah insiden, tim gabungan Polres Lubuklinggau berhasil mengendus keberadaannya dan langsung meringkus pelaku.
M Syarif Elvirian telah resmi dijebloskan ke sel tahanan Polres Lubuklinggau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunsumsel.com, peristiwa kebakaran ini bermula menjelang waktu magrib pukul 17.30 WIB.
Dalam waktu singkat, api langsung membesar, membumbung tinggi, dan menjalar ke rumah warga lainnya hingga menghanguskan 11 rumah warga.
Kondisi permukiman yang padat penduduk membuat material bangunan dengan mudah dijalari api.
Dian, warga sekitar mengatakan, beruntung saat kejadian ramai warga, sehingga warga yang sudah berada di dalam rumah langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri.
"Beruntung bisa menyelamatkan diri dulu, kalau barang-barang semuanya habis terbakar," tambah Dian.
Namun, tim di lapangan menghadapi kendala besar karena lokasi kebakaran berada di area padat penduduk, jalanan yang sempit, serta bersebelahan dengan rel kereta api dan pasar.
Camat Lubuklinggau Timur II, Fitrianto R. (Dodon), membenarkan sulitnya akses bagi petugas.
"Kendala jalan sempit mobil damkar susah masuk dan dekat pasar. Selain itu, masyarakat ramai menonton sehingga proses sempat terkendala," jelas Dodon.
Setelah berjuang keras selama hampir empat jam, api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 21.00 WIB.
Proses pemadaman total ini melibatkan sedikitnya 5 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) setempat yang dibantu oleh 1 unit mobil water cannon milik Polres Lubuklinggau.
Hingga pascapemadaman, pihak kelurahan dan kecamatan masih terus melakukan pendataan terkait kerugian materiil dan jumlah pasti kepala keluarga (KK) yang terdampak.
"Korban jiwa tidak ada. Rumah terbakar laporan lapangan antara 6 sampai 11 rumah, untuk kepala keluarganya sampai 10 orang, tapi ini masih sementara," pungkas Dodon.
Saat ini, para korban yang kehilangan tempat tinggal telah dievakuasi dan mengungsi sementara waktu ke rumah tetangga serta kerabat terdekat mereka. (Aggi Suzatri/Eko HeproniS/Tribunsumsel.com)
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com