Kronologi Pria di Lubuklinggau Bakar Rumah Mertua Karena Sakit Hati, 10 Rumah Tetangga Ikut Terbakar
Slamet Teguh July 18, 2026 12:00 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sedikitnya 11 unit rumah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua RT 04 Kelurahan Jawa Kanan SS, Ali Lukman, mengatakan sebelum kebakaran terjadi diduga sempat terjadi perselisihan rumah tangga antara seorang pria bernama M Syarif Elvirian alias Sarip dan istrinya, Wulan.

Menurutnya, sekitar empat hari sebelum kejadian pasangan tersebut terlibat pertengkaran.

Pada Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB, Sarip diduga kembali mendatangi rumah dan menendang atau menobrak pintu.

"Sejumlah saksi mata menyebutkan rumah diduga dibakar menggunakan bensin oleh Sarip. Namun penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," ujar Ali Lukman.

Baca juga: Fakta 11 Rumah Terbakar di Lubuklinggau, Ternyata Menantu Bakar Rumah Mertua karena Sakit Hati

Kronologi Kejadian

Informasi yang dihimpun Tribunsumsel.com menyebutkan api pertama kali terlihat berasal dari rumah yang disebut milik Syarif.

Saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong.

Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya karena permukiman yang padat. Sedikitnya 11 rumah warga terdampak kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena akses menuju lokasi sempit dan berada di kawasan padat penduduk.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB setelah lima unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil water cannon Polres Lubuklinggau diterjunkan ke lokasi.

"Api pertama terlihat dari rumah Syarif dan Wulan, lalu langsung membesar ke rumah lainnya," kata Dian, warga setempat.

Ia mengatakan warga yang berada di sekitar lokasi bergegas menyelamatkan diri begitu api membesar.

Meski tidak ada korban jiwa, hampir seluruh harta benda milik korban tidak sempat diselamatkan.

"Beruntung semua bisa menyelamatkan diri dulu. Kalau barang-barang semuanya habis terbakar," ujarnya.

Camat Lubuklinggau Timur II, Fitrianto R, mengatakan proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk, berdekatan dengan rel kereta api dan pasar.

"Kendalanya jalan sempit sehingga mobil damkar sulit masuk. Selain itu banyak masyarakat yang menonton sehingga proses pemadaman sempat terhambat," kata Fitrianto yang akrab disapa Dodon.

Ia menyebutkan hingga kini jumlah pasti kerugian masih didata oleh pihak kelurahan. Sementara itu, jumlah rumah yang terbakar diperkirakan antara enam hingga sebelas unit dengan sekitar sepuluh kepala keluarga terdampak.

"Yang pasti tidak ada korban jiwa. Data kerugian dan jumlah rumah terdampak masih terus didata," katanya.

Saat ini para korban mengungsi sementara di rumah kerabat dan tetangga terdekat sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Pelaku Ditangkap

M Syarif Elvirian ditangkap polisi karena membakar rumah mertuanya di RT 04 Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.

Diketahui, rumah tersebut selama ini jadi tempat tinggal pelaku dan istrinya.

Dalam peristiwa kebakaran ini 8 rumah dan 3 bangunan ludes terbakar hingga kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Di hadapan Polisi, pelaku mengaku nekat membakar rumah mertuanya karena sakit hati tak mau digugat cerai oleh istrinya SW pasca-kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga masuk rumah sakit.

Hasil pemeriksaan dan tes urine, pelaku positif mengonsumsi narkoba.

Akibat perbuatannya pelaku sudah dijebloskan ke penjara Polres Lubuklinggau.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.