TRIBUNTRENDS.COM – Bali Flower Festival (BFF) 2026 sukses mencuri perhatian masyarakat.
Festival yang digelar di United in Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
Dikutip dari Kompas.com pada 18 Juli 2026, Bali Flower Festival berhasil menarik 4.813 pengunjung atau sekitar 38 persen lebih tinggi dibandingkan dengan target awal sebanyak 3.500 pengunjung.
Baca juga: Perancis Akan Jumpa Spanyol di Semifinal, Gubernur Bali Wayan Koster Yakin Les Bleus Juara Dunia
Ketua Panitia Bali Flower Festival 2026, Yuliana Rara, mengungkap tema "Grow Authentically", BFF 2026 yang tak hanya menjadi ajang pameran bunga, tetapi juga wadah kolaborasi antara pelaku industri florikultura, seniman, florist, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival ini terselenggara melalui kerja sama dengan produsen bunga potong Omniflora.
Acara tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha sekaligus para pencinta bunga agar mampu menghasilkan karya yang lebih inovatif.
Baca juga: Suasana Nobar Piala Dunia 2026 di Jalan Bypass Ngurah Rai Badung Bali, Suporter Padati Lokasi
Selain menghadirkan berbagai pelaku usaha florist, festival juga diramaikan tenant dari sektor kuliner, fesyen, produk organik, hingga berbagai usaha kreatif lainnya.
Yuliana menjelaskan, pelibatan UMKM menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan BFF 2026 agar festival tidak hanya dinikmati pecinta bunga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Direktur Bali Flower Festival 2026, Shinta Liu, mengatakan festival menghadirkan ratusan varietas bunga yang didatangkan langsung dari kebun Omni Flora Indonesia di Malang, Jawa Timur.
Beragam bunga tersebut dipasarkan melalui Flower Market yang dibuka selama dua hari.
Tingginya minat pengunjung membuat stok bunga yang tersedia hampir seluruhnya terjual habis.
Baca juga: Perancis Akan Jumpa Spanyol di Semifinal, Gubernur Bali Wayan Koster Yakin Les Bleus Juara Dunia
Selain pasar bunga, BFF 2026 juga menghadirkan Flower Museum yang berlokasi di Ruang Melajah, UID Bali Campus.
Area ini menampilkan berbagai instalasi dan karya seni bunga hasil kreasi para floral designer ternama Indonesia.
Kehadiran museum tersebut menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung untuk menikmati karya seni sekaligus mengabadikan momen.
President UID Foundation, Tantowi Yahya, menilai Bali Flower Festival bukan sekadar pameran bunga, tetapi menjadi ruang bertemunya kreativitas dengan peluang bisnis.
Menurutnya, festival ini memberi kesempatan bagi para florist untuk saling bertukar pengetahuan, berbagi inspirasi, serta memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
(TribunTrends.com/Talitha)