Spesifikasi Kipas Angin Kopdes dengan Harga Satuan Disebut 11 Juta, Biasanya untuk di Pabrik
Talitha Daren July 18, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai anggaran mencapai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono akhirnya memberikan penjelasan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026)

Klarifikasi itu disampaikan setelah anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mempertanyakan langsung kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Mufti mengaku banyak menerima pertanyaan mengenai dugaan pengadaan jutaan kipas angin dengan anggaran fantastis tersebut.

Menurutnya, isu itu telah menyebar luas di berbagai platform media sosial sehingga membutuhkan penjelasan resmi dari pemerintah.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pihak yang dimintai keterangan belum berani memberikan jawaban yang pasti.

Karena itu, Mufti memanfaatkan forum rapat untuk meminta penjelasan langsung kepada Menteri Koperasi.

Selain menyoroti besarnya anggaran, politikus PDI Perjuangan tersebut mengaku sempat membandingkan harga kipas angin yang dijual di pasaran melalui platform e-commerce.

Berdasarkan penelusurannya, beberapa produk kipas angin rumah tangga, termasuk merek Cosmos, dipasarkan dengan harga sekitar Rp338.000 per unit.

Baca juga: Heboh Dana 1,8 T untuk Beli Kipas Angin KDMP, Satuan 11 Juta, DPR: Pihak Terkait Ga Berani Jawab

Sudah Mengecek Harga di E-commerce

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan pengecekan harga kipas angin yang beredar di pasaran melalui platform e-commerce.

Dari hasil pencariannya, sejumlah produk kipas angin rumah tangga, termasuk merek Cosmos, dijual dengan harga sekitar Rp 338.000 per unit.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi Ferry Juliantono.

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai pengadaan kipas angin tersebut bukan berasal dari Kementerian Koperasi dan dirinya tidak mengetahui secara rinci asal-usul data yang beredar.

"Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kalau pengadaannya bukan kami, Pak. Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini Rp 11.465.000. Tapi itu, saya enggak tahu persis," ujar Ferry.

Pernyataan Ferry mengenai produk kipas angin model Imatsu MDF yang disebut memiliki harga lebih dari Rp 11 juta per unit sontak menarik perhatian peserta rapat.

Namun demikian, Ferry kembali menegaskan bahwa dirinya tidak dapat memastikan spesifikasi maupun harga yang menjadi dasar munculnya angka pengadaan tersebut.

Baca juga: Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Cuma Digaji Rp76 Ribu, Cek Rincian Honor Pengurus KDMP

PENGADAAN KIPAS ANGIN - Kipas angin Imatsu MDF (KIRI). Menteri Koperasi Ferry Julianto (KANAN). Pemerintah Beli Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Koperasi Desa, DPR : Anginnya Bisa Hempas Tikus
PENGADAAN KIPAS ANGIN - Kipas angin Imatsu MDF (KIRI). Menteri Koperasi Ferry Julianto (KANAN). Pemerintah Beli Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Koperasi Desa, DPR : Anginnya Bisa Hempas Tikus (Tribun Trends/kolase Youtube/Youtube Parlemen)

Pentingnya Sistem Informasi Manajemen KDMP

Di hadapan anggota dewan, Ferry juga menekankan pentingnya sistem informasi manajemen dalam program Koperasi Desa Merah Putih untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran dan proses pengadaan barang maupun jasa.

Menurut dia, pemerintah tengah menyiapkan dashboard digital yang dapat diakses publik sehingga masyarakat dapat memantau seluruh tahapan pelaksanaan program secara terbuka.

"Itu mengenai dashboardnya, Pak. Memang di situlah pentingnya sistem informasi manajemen Koperasi Desa. Karena nanti itu akan diperlihatkan semuanya dan dashboardnya bisa diakses siapa pun untuk melihat, termasuk juga proses perencanaan pengadaan sampai juga dengan implementasi programnya," kata Ferry.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Transparansi pengadaan barang dan jasa menjadi sorotan mengingat besarnya anggaran yang beredar dalam program tersebut.

Hingga kini belum terdapat penjelasan resmi mengenai asal-usul angka pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp 1,8 triliun yang ramai beredar di media sosial.

Kementerian Koperasi menegaskan bahwa mekanisme pengadaan dalam program Kopdes Merah Putih nantinya akan dapat dipantau melalui sistem digital yang dibuka untuk publik sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan mencegah munculnya spekulasi di masyarakat.

Baca juga: Dirut Agrinas Tantang Bukti Pengadaan Kipas Angin KDMP Rp 1,8 T, Sindir Politisi PDIP: Provokasi

KIPAS ANGIN KDMP - Heboh dana 1,8 trilyun untuk membeli kipas angin KDMP, satuannya 11 juta (Tribun Trends/kolase Youtube/Youtube Parlemen dan Instagram @koperasidesakelurahanmp)

Spesifikasi Kipas Angin

Salah satu varian yang sesuai dengan penjelasan Ferry adalah Imatsu MDF tipe 900-TZ-HF yang dijual seharga sekitar Rp11.464.000 per unit.

Kipas ini memiliki diameter baling-baling 90 sentimeter dengan dimensi kemasan 106 x 56 x 105 sentimeter serta menggunakan desain tabung (drum) berwarna hitam.

Dengan bobot sekitar 30 kilogram, produk tersebut dilengkapi roda agar mudah dipindahkan.

Dari sisi performa, kipas ini mampu menghasilkan kapasitas aliran udara hingga 19.200 CMH, memiliki kecepatan putaran 700 RPM dengan tingkat kebisingan sekitar 70 desibel, serta membutuhkan daya listrik 750 watt pada tegangan 220 volt.

Produk tersebut juga telah mengantongi sertifikasi SNI, pengujian laboratorium dari KAN, dan tercatat sebagai anggota AMCA International.

Di sejumlah marketplace, varian lain dari lini Imatsu MDF dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi, mulai sekitar Rp17,7 juta hingga Rp29,9 juta per unit, bergantung pada ukuran kipas yang berkisar antara 0,9 meter hingga 2 meter.

Kipas jenis ini umumnya digunakan untuk kebutuhan sirkulasi udara di area berukuran besar, seperti pabrik, gudang, bengkel, laboratorium, hingga rumah sakit.

(TribunTrends.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.