Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Bilqis Rajiansyah (11), warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, masih meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat.
Warga menilai aksi pelaku sangat keji karena tega menghabisi nyawa seorang anak demi membawa kabur barang berharga milik korban.
Dalam kasus tersebut, Suparman alias Bledus (53) telah ditetapkan sebagai tersangka atas perampokan dan pembunuhan yang terjadi di rumah korban pada Jumat (5/6/2026).
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengaku hingga kini warga masih sulit melupakan peristiwa yang mengguncang desanya tersebut.
"Kita masih bingung, kok tega yang bunuh, itu buat trauma untuk warga kami, karena kasus ini termasuk sadis," kata Aris saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (9/7/2026).
Aris menceritakan, dirinya pertama kali mengetahui kejadian itu setelah menerima laporan dari Ketua RT setempat yang mendapat informasi dari kerabat ibu korban mengenai dugaan penganiayaan di rumah Bilqis.
Baca juga: Hilangnya Ayah Sambung Bilqis di Sragen Masih Misterius, Keluarga : Lekas Pulang, Kalau Tak Bersalah
"Jadi gini, waktu itu Jum'at sore, saya sedang menunggu teman saya untuk bersama-sama berolahraga, lalu, 8 menit kemudian pak RT kontak saya bahwa dapat laporan dari pak Wadi ada kasus penganiayaan di rumah pak Nur (pemilik rumah sebelumnya yang ditinggali keluarga Bilqis)," kata Aris.
Mendapat laporan tersebut, Aris langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di rumah korban, ia mendengar tangisan histeris Dewi, ibu Bilqis, yang berada di samping putrinya.
"Saat saya sudah tiba di lokasi, ibunya sudah histeris, sambil teriak di depan anaknya," kata Aris.
Saat memasuki rumah, Aris mendapati kondisi korban sangat mengenaskan. Darah berceceran di sejumlah titik dan terlihat bekas tapak kaki berdarah di dalam rumah. Bilqis juga mengalami banyak luka di bagian wajah dan tangan, sementara tubuhnya sudah kaku dan membiru.
"Saya masuk dengan kondisi banyak darah, bekas tapak kaki darah dan kondisinya sangat mengenaskan, banyak luka di muka, dan tangan korban, serta kondisi tubuh korban kaku dan sudah biru-biru, diperkirakan sudah meninggal 2 jam dari pertama kali ditemukan," kata dia.
Baca juga: Pembunuhan Bilqis di Jenar Sragen Disebut Terlalu Sadis, Warga Masih Tak Percaya Pelaku Setega Itu
Melihat banyak warga mulai memasuki lokasi kejadian, Aris segera meminta mereka keluar agar tempat kejadian perkara tetap steril sebelum polisi datang melakukan olah TKP.
"Ada beberapa orang yang masuk, termasuk perempuan yang menemani ibunya Bilqis di sana. Kemudian saya minta mereka keluar dulu, menghubungi polisi dan meminta warga mengamankan lokasi, sambil menunggu polisi datang ke lokasi," kata dia.
Peristiwa tersebut hingga kini masih menjadi pembicaraan warga Desa Dawung. Selain karena menewaskan seorang anak, kasus itu juga meninggalkan rasa takut dan trauma bagi masyarakat yang menilai aksi pelaku sangat sadis.