Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Syahruf S Refideso
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) II Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (K3TB), Muhammad Ali Kelitubun, menyampaikan pentingnya persatuan warga Kei dalam mendukung pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.
Dalam laporannya, Muhammad Ali Kelitubun menjelaskan bahwa tema Musda II K3TB, "Peran Keluarga Kei Menuju Bintuni yang Serasi, Maju dan Berbudaya," mencerminkan komitmen masyarakat Kei untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat Kei dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, telah bermigrasi dan menetap di Kabupaten Teluk Bintuni sejak puluhan tahun lalu.
Selama itu pula, masyarakat Kei hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat adat Papua maupun berbagai suku pendatang lainnya, sehingga menjadi bagian dari keberagaman Teluk Bintuni yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.
Baca juga: Musda II Kerukunan Keluarga Kei Digelar, Bupati Teluk Bintuni Serukan Persatuan
Menurutnya, Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni lahir dari keinginan para leluhur agar seluruh warga Kei di Teluk Bintuni tetap bersatu, menjaga identitas budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur, sekaligus mampu beradaptasi serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.
"Organisasi ini telah berdiri sejak sekitar tahun 2007 dan kini telah berjalan lebih dari 18 tahun. Selama itu, berbagai tantangan dihadapi, mulai dari persebaran anggota di berbagai wilayah hingga kebutuhan memperkuat komunikasi, persaudaraan internal, serta hubungan yang harmonis dengan seluruh suku dan pemerintah daerah," ujar Muhammad Ali Kelitubun.
Ia menambahkan, Musda merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan mengevaluasi kinerja pengurus, menyusun program kerja, memilih kepengurusan baru, menyelesaikan berbagai persoalan organisasi melalui musyawarah, serta memperkuat persatuan dan solidaritas warga Kei.
Selain itu, Musda juga menjadi momentum untuk menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat Kei agar tetap diwariskan kepada generasi muda, sekaligus memperkuat nilai-nilai saling menghormati, saling mengingatkan, dan saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kami juga berkomitmen menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan Teluk Bintuni yang aman, sejahtera, bermartabat, serta menjaga kedamaian di tengah keberagaman masyarakat," katanya.
Baca juga: Berbekal Laporan Warga, Polisi Tangkap 3 Terduga Pelaku Curanmor di Kaimana
Pada kesempatan itu, Muhammad Ali Kelitubun mengungkapkan bahwa pelaksanaan Musda II K3TB didukung melalui sumbangan sukarela, dari masing-masing koordinator wilayah masyarakat Kei di Kabupaten Teluk Bintuni, bantuan individu, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan.
Anggaran pelaksanaan Musda II K3TB mencapai sekitar Rp150 juta.
Menutup laporannya, Muhammad Ali Kelitubun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda II, khususnya Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.
"Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, para donatur, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kei yang telah memberikan dukungan sehingga Musda II ini dapat terlaksana dengan baik," tutupnya. (*)