TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sepanjang Semester I Tahun 2026, KAI Daop 5 Purwokerto berhasil mengangkut sebanyak 690.704 ton barang atau meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 684.483 ton.
Capaian tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis kereta api yang dinilai mampu menghadirkan kapasitas angkut besar, tingkat keselamatan tinggi, serta ketepatan waktu yang terjaga.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan angkutan barang melalui kereta api terus menjadi pilihan berbagai sektor usaha karena menawarkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal.
"Angkutan barang melalui kereta api terus menjadi pilihan berbagai pelaku usaha karena mampu menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal.
Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan," ujar As'ad dalam rilisnya, kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (18/7/2026).
Selama periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 5 Purwokerto melayani pengangkutan berbagai komoditas strategis yang berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi logistik nasional.
Baca juga: Rekonstruksi 33 Adegan Kasus Kendal Spill Cara Sadis Pelaku Habisi Nyawa Selingkuhan di Dalam Mobil
Komoditas semen masih menjadi penyumbang volume terbesar dengan total 375.920 ton. Posisi berikutnya ditempati angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan avtur sebanyak 300.405 ton.
Sementara itu, angkutan pupuk tercatat mencapai 10.050 ton, sedangkan komoditas retail sebanyak 4.329 ton.
As'ad mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan layanan angkutan barang, KAI Daop 5 Purwokerto terus melakukan berbagai upaya peningkatan.
Mulai dari memastikan keselamatan perjalanan kereta api, menjaga kelancaran operasional, hingga meningkatkan keandalan sarana dan prasarana pendukung.
Menurutnya, moda kereta api memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan moda transportasi lainnya, di antaranya kapasitas angkut yang besar, efisiensi operasional, tingkat keselamatan yang tinggi, serta jadwal perjalanan yang lebih teratur.
Keunggulan tersebut memberikan kepastian waktu pengiriman sehingga menjadi nilai tambah bagi para pengguna jasa logistik.
Tak hanya dari sisi volume angkutan, kinerja operasional KAI Daop 5 Purwokerto juga ditunjukkan melalui capaian On Time Performance (OTP) kereta api barang yang tetap tinggi selama Semester I Tahun 2026.
Rata-rata OTP keberangkatan kereta api barang mencapai 99,40 persen, sedangkan OTP kedatangan mencapai 97,60 persen.
"Ketepatan waktu merupakan salah satu faktor penting dalam layanan logistik.
Oleh karena itu, kami terus menjaga keandalan operasional agar distribusi barang dapat berlangsung secara aman, lancar, dan sesuai jadwal.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional serta sarana dan prasarana yang andal, kami optimistis layanan angkutan barang KAI akan semakin dipercaya oleh para pelanggan," kata As'ad.
Selain mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Perpindahan distribusi barang dari jalan raya ke jalur rel dinilai mampu membantu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan angkutan berat, menekan potensi kecelakaan.
Hal itu sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"KAI Daop 5 Purwokerto akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan angkutan barang serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar mampu mendukung kelancaran distribusi logistik nasional secara berkelanjutan," tambahnya. (jti)