Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo Jawa Tengah mengusulkan kepada PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk menambah penanda keselamatan di sejumlah perlintasan kereta api tanpa palang di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.
Usulan itu disampaikan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan di jalur perlintasan kereta.
“Kita usulkan kepada Daop 6 PT KAI agar di sepanjang Jalan Slamet Riyadi ada penanda khusus, suara khusus, dan sinyal khusus ketika kereta akan lewat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, Sabtu (18/7/2026).
Usulan tersebut disampaikan Respati saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI pada Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, penambahan penanda berupa suara maupun sinyal akan memberikan peringatan lebih dini kepada pengguna jalan ketika kereta api melintas.
Pemkot Solo menilai keberadaan penanda tambahan di perlintasan kereta tanpa palang dapat memperkuat aspek keselamatan, terutama di ruas Jalan Slamet Riyadi yang memiliki mobilitas kendaraan dan aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Melalui penanda suara dan sinyal khusus, pengguna jalan diharapkan lebih waspada saat kereta melintas sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalkan.
Baca juga: Usulan Koridor Wisata Pejalan Kaki Balapan-Mangkunegaran, Pemkot Solo Bidik Integrasi Transportasi
Selain mengusulkan peningkatan keselamatan di perlintasan kereta, Pemkot Solo juga mendorong pengembangan kawasan yang terintegrasi antara transportasi publik dan destinasi wisata.
Salah satunya melalui usulan penataan koridor pedestrian dari Stasiun Solo Balapan menuju Pura Mangkunegaran.
“Kami mengusulkan penataan kawasan khusus Stasiun Balapan. Fokusnya fasilitas pedestrian atau pejalan kaki sebagai penunjang kawasan wisata dari Stasiun Balapan ke Mangkunegaran,” lanjut dia.
Baca juga: Dukung Wisata, Pemkot Solo Lempar Wacana Bikin Jalur Pedestrian Stasiun Jebres ke Pasar Gede
Pemkot Solo juga merencanakan pembangunan jalur pedestrian dari Stasiun Jebres menuju Pasar Gede untuk mendukung wisata jalan kaki.
“Saat ini, kunjungan wisatawan ke Solo dari Yogyakarta dan Madiun cukup ramai menggunakan kereta api. Karena itu, kami merencanakan pembangunan jalur pedestrian dari Stasiun Jebres hingga Pasar Gede sebagai kawasan wisata jalan kaki. Kami juga ingin memperkuat Pasar Gede sebagai pusat wisata kuliner di Kota Solo,” terang Respati.
(*)