Dampak Serayu Surut, Warga Kalibagor Raup Rupiah dari Wisata Dadakan
Daniel Ari Purnomo July 18, 2026 06:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Fenomena surutnya aliran Sungai Serayu di Kabupaten Banyumas menghadirkan dua sisi yang berbeda.

Di satu sisi, kondisi tersebut dimanfaatkan warga menjadi destinasi wisata dadakan bernama Wadas Cinta Carik Srowot di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor.

Namun di sisi lain, surutnya debit air menjadi tanda musim kemarau yang mulai berdampak serius dengan belasan desa mengalami kekeringan.

Baca juga: Air Jernih Batuan Tersingkap, Sungai Serayu Banyumas Kering Jadi Wisata Dadakan

Sejak beberapa hari terakhir, kawasan Wadas Cinta Carik Srowot dipadati warga yang datang untuk menikmati hamparan bebatuan dan aliran Sungai Serayu yang dangkal.

Suasana di lokasi bahkan menyerupai objek wisata pantai, lengkap dengan anak-anak bermain air hingga pedagang dadakan yang menjajakan makanan dan minuman.

Salah seorang pengunjung, Khomsatun (35) warga Kecamatan Kalibagor, mengaku sengaja datang pada Sabtu (18/7/2026) bersama anak dan tetangganya karena penasaran melihat kondisi Sungai Serayu yang surut.

"Karena penasaran dan pemandangannya juga bagus, kebetulan ini lagi surut. Kalau tidak surut ya tidak bisa. Anak pada main air karena kan dangkal ya," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Menurutnya, lokasi tersebut menjadi pilihan wisata keluarga karena tidak dipungut biaya masuk dan jaraknya relatif dekat dari rumah. "Gratis, dan dekat pula dari rumah, cuma bayar parkir Rp1.000 dan enak juga buat mainan air. Airnya sedang jernih dan bersih. Pinggirannya dangkal, tapi kalau yang sebelah selatan masih agak dalam," ujarnya.

Di lokasi, anak-anak tampak berenang, bermain air setinggi mata kaki di tepian, memancing, hingga bersantai bersama keluarga. Sementara di sisi selatan sungai, aktivitas penambangan pasir masih terlihat berlangsung karena kedalaman air masih cukup tinggi. Ramainya pengunjung juga dimanfaatkan warga sekitar dengan membuka lapak-lapak dadakan. Berbagai makanan, minuman, hingga jajanan dijual di sepanjang akses menuju lokasi.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, lokasi Wadas Cinta Carik Srowot dapat ditempuh dari arah Purwokerto maupun Sokaraja. Setelah melewati Jembatan Serayu Banyumas, pengendara mengambil arah kiri di pertigaan, kemudian mengikuti jalan sekitar empat kilometer sebelum berbelok ke kanan dan mengikuti petunjuk menuju lokasi wisata.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan surutnya Sungai Serayu merupakan dampak musim kemarau yang kini mulai melanda wilayah Banyumas. Menurutnya, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan suhu yang lebih panas akibat pengaruh El Nino.

BPBD telah memetakan potensi wilayah rawan berdasarkan pengalaman musim kemarau 2023. Hasilnya, sebanyak 81 desa di 19 kecamatan diperkirakan berpotensi mengalami kekeringan, terutama di wilayah selatan Kabupaten Banyumas. Hingga Sabtu (18/7/2026), tercatat sudah ada 14 desa dan kelurahan yang terdampak kekeringan. Dampak tersebut meliputi dua fasilitas umum, 3.959 kepala keluarga (KK), serta 12.956 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Banyumas telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 42 ritase dengan total 21.000 liter ke sejumlah wilayah terdampak. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Tamansari (Karanglewas), Kelurahan Sokanegara (Purwokerto Timur), Desa Karanglewas (Jatilawang), Desa Nusadadi (Sumpiuh), Desa Kedungpring (Kemranjen), Desa Rancamaya (Cilongok), Desa Kedunguluh Lor (Patikraja), Desa Pasir Lor (Karanglewas), Desa Panusupan (Cilongok), Desa Karanggedang (Sumpiuh), Desa Buniayu (Tambak), Desa Karangsalam (Kemranjen), Desa Sawangan (Ajibarang), serta Desa Kediri (Karanglewas).

Selain menangani kekeringan, BPBD Banyumas juga tengah menangani empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Karhutla terjadi di Desa Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara seluas 0,3 hektare; Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja seluas 2 hektare; Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati seluas 1 hektare; serta Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan seluas 2 hektare.

"BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dan penanganan karhutla berjalan optimal selama musim kemarau," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.