Karhutla di Bengkalis Akhirnya Terkendali, 80 Hektare Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab
Nolpitos Hendri July 18, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah tiga hari berjibaku melawan kobaran api, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas sekitar 80 hektare, di perbatasan Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Meski api telah berhasil dipadamkan, aparat kepolisian belum menghentikan pekerjaannya.

Polisi kini mulai menyelidiki asal mula kebakaran, termasuk menelusuri titik awal api dan mendata pihak yang menguasai lahan yang terbakar.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar mengatakan proses penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait agar api tidak meluas ke kawasan lain.

"Sejak pagi personel gabungan dari Polres Bengkalis, Polsek Pinggir, Polsek Mandau, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, Daops Siak dan Daops Pekanbaru, BPBD Kabupaten Bengkalis, BPBD Provinsi Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA) sudah turun," ujar Fahrian, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, upaya pemadaman tidak hanya berfokus mematikan kobaran api, tetapi juga memastikan bara di dalam lahan benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran.

"Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan.

Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap," katanya.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 80 hektare.

Area tersebut didominasi semak belukar serta kebun kelapa sawit yang sudah tidak lagi terawat dengan kondisi tanah yang kering, sehingga api cepat menjalar ke area sekitarnya.

Proses pemadaman juga menghadapi tantangan berat akibat cuaca panas disertai embusan angin yang mempercepat penyebaran api.

Sementara kebutuhan air dipenuhi dari kanal yang berada di sekitar lokasi untuk penyemprotan secara terus-menerus pada titik api maupun bara yang masih tersisa.

Sebanyak 117 personel gabungan diterjunkan dalam operasi hari ketiga. Mereka berasal dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, unsur kecamatan hingga Masyarakat Peduli Api yang bekerja bersama melakukan pemadaman dan pendinginan.

Di saat proses pemadaman berlangsung, penyelidikan juga dilakukan oleh jajaran Polres Bengkalis dan Polsek Pinggir guna mengungkap penyebab kebakaran.

"Selain pemadaman tim dari Polres sama Polsek juga melakukan pengecekan titik awal api. Termasuk mendata pemilik lahan dan mendalami penyebab kebakaran," ujar Fahrian.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.