TRIBUNJATENG.COM, DENPASAR - Nyoman Cita (50) ditemukan tewas tanpa busana dengan luka tusuk di Tukad (Sungai) Bubuh, Klungkung, Bali, pada Kamis 2 Juli 2026 lalu.
Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali bersama Polres Klungkung berhasil membongkar motif di balik pembunuhan sadis terhadap Nyoman Cita.
Pelaku berinisial ANPP (30) ditangkap setelah 15 hari penyelidikan.
Baca juga: Habisi Nyawa Wanita Tegal Kekasihnya, WNA Singapura Mengaku Sakit Hati Perkara Asmara
Pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati yang mendalam akibat sering direndahkan secara ekonomi.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, mengungkapkan bahwa aksi pembunuhan ini sama sekali bukan spontanitas, melainkan sebuah pembunuhan berencana yang telah dipersiapkan matang oleh pelaku.
"Pelaku sakit hati kepada korban karena sering direndahkan dan disebut tidak punya uang," kata Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi pada Jumat, 17 Juli 2026.
Rasa sakit hati yang menumpuk membuat ANPP gelap mata, pemuda yang ternyata satu banjar di Desa Negari dengan korban ini mulai menyusun siasat untuk menghabisi tetangganya tersebut beberapa hari sebelum eksekusi dilakukan.
"Rencana pembunuhan sudah disusun pelaku sekitar empat hari sebelum kejadian," ujar Kombes Pol Ariasandy.
Untuk melancarkan aksinya, ANPP mempersiapkan senjata tajam dari rumahnya sendiri.
Senjata tersebut merupakan sebilah pisau milik ayah pelaku.
"Pisau yang digunakan merupakan milik ayah pelaku yang ada di rumahnya," terang Kabid Humas Polda Bali.
Tragedi berdarah ini bermula ketika pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Sungai Bubuh pada petang hari.
Korban mengiming-imingi pelaku dengan sejumlah imbalan uang agar mau datang ke lokasi tersebut.
Pelaku yang sudah membawa pisau milik ayahnya tiba lebih awal dan menunggu kedatangan korban di area sungai.
Begitu korban datang dalam kondisi tanpa busana, ANPP tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Ia langsung menyerang korban secara brutal dari arah belakang.
"Saat korban datang dalam kondisi tanpa busana, pelaku menusuk korban dari belakang," jelas Kombes Pol Ariasandy.
Korban yang bersimbah darah sempat berusaha menyelamatkan diri dengan bergerak ke tengah sungai.
Namun, pelaku yang sudah dirasuki dendam mengejar korban dan menghujamkan pisaunya kembali untuk memastikan korban tewas.
"Korban sempat bergerak ke tengah sungai, kemudian pelaku kembali menusuk sebanyak dua kali," bebernya.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, ANPP melucuti perhiasan emas berupa kalung yang dipakai korban dan membawa pergi pakaian milik korban.
Pelaku kemudian melarikan diri ke arah barat sungai dengan kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan jaket hoodie.
Di balik rumpun bambu, ia bersembunyi untuk memakai celana dalam serta celana boxer, lalu menyembunyikan pakaian yang ia gunakan saat mengeksekusi korban.
Pelarian ANPP berlanjut ke Denpasar menggunakan jasa ojek online untuk menemui kekasihnya, sebelum akhirnya pelariannya kandas 14 hari kemudian setelah diendus oleh kepolisian.
Saat ini, ANPP beserta barang bukti berupa pisau, pakaian, dan rekaman CCTV di sekitar lokasi telah diamankan di Polres Klungkung untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kombes Pol. Ariasandy menegaskan pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke meja hijau.
"Kami apresiasi kerja cepat Tim Resmob Polda Bali yang memback up Polres Klungkung sehingga kasus pembunuhan berencana ini dapat diungkap dalam waktu 14 hari," pungkas Kombes Pol Ariasandy.
(*)
Baca juga: Wanita Tegal Tewas Dicekik WNA Singapura Kekasihnya di Kos Denpasar