- Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran tak hanya menargetkan lokasi militer, namun juga infrastruktur sipil.
Iran melaporkan sedikitnya enam jembatan hancur, stasiun kereta api di tenggara rusak parah dan bandara rusak ringan.
Pemerintahan Donald Trump mengatakan serangan itu bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, serangan terbaru AS semakin fokus pada infrastruktur sipil.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Washington sedang mengejar strategi yang lebih luas.
Mark Hilborne, seorang dosen senior di Sekolah Studi Keamanan di King's College London memberikan analisis.
Menurutnya, jembatan menjadi fokus utama karena menopang logistik militer Iran di wilayah selatan negara itu.
"Menyerang jembatan-jembatan tersebut kemudian akan melemahkan kemampuan Iran untuk mengganggu pelayaran di selat dan mempertahankan operasi di sana," ujar Hilborne, dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (18/7/2026).
Hillborne menambahkan, jembatan lain yang terkena serangan di timur laut Iran awal bulan ini merupakan koridor perdagangan utama yang terkait dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan China.
Dengan menghancurkan jembatan, AS berharap ekonomi Iran semakin terdampak.
Pasalnya, jembatan di timur laut memungkinkan Teheran untuk berdagang dengan menghindari sanksi.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman