TRIBUNSTYLE.COM - Iran diam-diam gelar pertemuan untuk menginstruksikan sekutu mulai bersiap menghadapi kemungkinan perang yang meluas di kawasan Timur Tengah.
Mengutip surat kabar Lebanon, Nidaa Al Watan, para pemimpin poros perlawanan yang menjadi sekutu Iran memberi sinyal masa penantian akan segera selesai.
Salah satu kelompok yang mendapat instruksi dari Iran adalah Hizbullah di Lebanon.
Mereka juga disebut meminta seluruh sekutu Iran memprioritaskan persiapan menghadapi kemungkinan skenario militer.
Disebutkan jika pertemuan dalam rangka persiapan perang besar ini digelar di sela-sela pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Laporan yang terbit pada Jumat (17/7) itu muncul di tengah kembali memanasnya bentrokan antara Iran dan Amerika Serikat.
Baca juga: Hujan Rudal di Jantung Markas Militer AS, Iran Pakai Taktik dan Operasi Baru Bombardir Musuh
Situasi tersebut terjadi sekitar satu bulan setelah kedua pihak menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik.
Sejauh ini, Israel disebut belum terlibat langsung dalam eskalasi terbaru.
Teheran juga belum melancarkan serangan langsung ke wilayah Israel.
Namun, kondisi itu dinilai dapat berubah apabila Hizbullah kembali terlibat dan melanjutkan serangan ke Israel.
Laporan tersebut juga menyebut Hizbullah telah diperintahkan berada dalam kondisi siap penuh menghadapi segala kemungkinan.
Pejabat Iran bahkan memperingatkan konflik berikutnya berpotensi lebih luas dan lebih berat dibandingkan pertempuran sebelumnya.
Serangan udara besar dilancarkan Iran pada Jumat (17/7/2026) menargetkan pangkalan militer strategis Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Instalasi militer penting AS di Suriah dan Oman dihujani rudal hingga mengalami kerusakan signifikan.
Di Oman, gelombang serangan AS merusak stasiun radar pengawasan maritim dan udara Amerika.
Sementara di Suriah, pangkalan militer utama AS yakni Pangkalan Al-Tanf dibombardir oleh Iran.
Baca juga: Trump Lagi-lagi Karang Cerita? Klaim Iran Diam-diam Minta Negosiasi Berhenti Perang, Apa Iya?
Al-Tanf selama ini dikenal sebagai titik krusial bagi keberadaan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
IRGC menegaskan perluasan serangan mematikan ini merupakan respons atas agresi udara Washington yang terus berlanjut.
Gempuran brutal rudal balistik dan drone Iran dilaporkan turut meluas hingga ke wilayah Kuwait serta Yordania.
Di pangkalan Kuwait, serangan rudal Iran memicu kebakaran hebat serta menghancurkan gudang senjata dan peluncur roket.
Sementara di Yordania, jet-jet tempur canggih milik Amerika Serikat diklaim runtuh dan mengalami kerusakan parah.
Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar juga tak luput dari serangan.
Pangkalan tersebut merupakan pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah.
Menurut pernyataan IRGC, serangan itu merupakan bagian dari gelombang ke-15 Operasi Nasr 2.
Iran mengklaim rudal balistik dan drone yang diluncurkan menargetkan sistem radar jarak jauh, pesawat pengisian bahan bakar di udara, serta sejumlah fasilitas militer Amerika di pangkalan tersebut.
IRGC juga mengklaim sejumlah pesawat militer AS mengalami kerusakan serius akibat serangan itu.
Baca juga: Iran Baca Ayat Al-Quran Berbeda-beda untuk Negara Asing di Pemakaman Ali Khamenei, Ada Pesan Khusus
Pada hari yang sama, otoritas Qatar mengonfirmasi adanya serangan rudal yang mengarah ke wilayah negaranya.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan angkatan bersenjata berhasil mencegat sebuah rudal yang menargetkan negara tersebut.
Sistem pertahanan udara Qatar juga diaktifkan untuk mencegat sejumlah rudal yang mengarah ke sekitar Doha, termasuk kawasan Pangkalan Udara Al Udeid.
Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim Iran bahwa serangan tersebut berhasil menghancurkan radar maupun pesawat militer AS.
Serangan pada 17 Juli 2026 itu menandai eskalasi terbaru konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini meluas ke sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Qatar.
Serangan Iran tersebut terjadi di tengah enam hari berturut-turut operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. (Tribun Style/Tribun Video)