TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pembangunan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus berlangsung.
Namun, di balik proses revitalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, muncul keluhan dari warga yang setiap hari bergantung pada jembatan tersebut sebagai akses utama.
Sejak penutupan total dan pembongkaran Jembatan Dengkeng dimulai pada Jumat, 10 Juli 2026, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi ikut terdampak.
Jembatan yang selama ini menjadi penghubung penting bagi warga Kecamatan Cawas dan wilayah sekitarnya itu kini tidak lagi bisa dilalui kendaraan.
Akibatnya, masyarakat harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dibandingkan rute biasa.
Kondisi inilah yang banyak dikeluhkan, terutama oleh warga yang setiap hari berangkat bekerja, bersekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.
Baca juga: Mengejutkan! Intelijen Israel Beberkan Dugaan Rencana Iran untuk Membunuh Donald Trump: Diotaki IRGC
Salah satu keluhan terbesar datang dari pengguna jalan yang kini harus memutar hingga sekitar tiga kilometer hanya untuk menyeberangi Sungai Dengkeng.
Bagi sebagian warga, tambahan jarak tersebut memang terlihat tidak terlalu jauh.
Namun, bagi mereka yang harus bolak-balik setiap hari, kondisi itu membuat waktu tempuh menjadi lebih lama, konsumsi bahan bakar bertambah, dan biaya transportasi ikut meningkat.
Tak sedikit warga yang kemudian mempertanyakan mengapa selama proses pembangunan tidak disediakan jembatan darurat.
Menurut mereka, keberadaan jembatan sementara akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat selama proyek berlangsung.
Karena tidak adanya jembatan darurat, banyak pengendara akhirnya memilih melintas melalui berbagai ruas jalan alternatif demi mencari rute tercepat menuju tujuan masing-masing.
Akibatnya, sejumlah jalan desa yang sebelumnya relatif lengang kini menjadi lebih ramai oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Mengejutkan! Intelijen Israel Beberkan Dugaan Rencana Iran untuk Membunuh Donald Trump: Diotaki IRGC
Saat ini terdapat tiga jembatan alternatif yang dapat digunakan masyarakat untuk menyeberangi Sungai Dengkeng.
Jembatan pertama adalah Jembatan Tegalrejo yang berada di Desa Baran, Kecamatan Cawas.
Lokasinya berada di sisi timur Jembatan Dengkeng dengan jarak memutar sekitar tiga kilometer.
Meski menjadi jalur terdekat, lebar jembatan tersebut hanya cukup dilalui mobil berukuran kecil sehingga arus kendaraan harus lebih berhati-hati.
Selain itu, warga juga dapat menggunakan Jembatan Modran yang berada di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, maupun Jembatan Talang yang berada di Desa Talang, Kecamatan Bayat.
Meski tersedia beberapa pilihan, tidak semua jalur dinilai praktis bagi masyarakat karena letaknya cukup jauh dari rute utama yang biasa mereka gunakan.
Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan proyek revitalisasi Jembatan Dengkeng karena kondisi bangunan lama dinilai sudah memprihatinkan.
Selama ini, jembatan tersebut kerap tergenang air ketika debit Sungai Dengkeng meningkat.
Baca juga: Akhirnya Muncul, Giorgio Antonio Ungkap Nasib Hubungannya dengan Sarwendah, Maafkan Penyebar Fitnah
Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
Karena alasan tersebut, penutupan total dan pembongkaran jembatan akhirnya diputuskan sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Proyek revitalisasi Jembatan Dengkeng dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
Selama masa pengerjaan, warga diharapkan memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia meski harus menghadapi waktu tempuh yang lebih lama.
Di tengah harapan akan hadirnya jembatan yang lebih aman dan kokoh, banyak warga berharap pemerintah juga dapat memberikan solusi untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat selama proses pembangunan masih berlangsung.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)