Fakta Pembunuhan Bilqis di Jenar Sragen, Kades Dawung Saksikan Pemandangan Mencekam Bersimbah Darah
Vincentius Jyestha Candraditya July 18, 2026 06:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Kesaksian Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengungkap kondisi memilukan saat pertama kali tiba di lokasi pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 

Ia mendapati bercak darah di sejumlah titik dan kondisi korban yang mengenaskan, peristiwa yang hingga kini masih menyisakan trauma mendalam bagi warga.

Kasus tersebut menjerat Suparman alias Bledus (53) yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Bilqis di dalam rumah pada Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Pembunuhan Bilqis di Jenar Sragen Disebut Terlalu Sadis, Warga Masih Tak Percaya Pelaku Setega Itu

Aris mengaku masih sulit memahami aksi pelaku yang tega menghabisi nyawa seorang anak demi mengambil barang milik korban.

"Kita masih bingung, kok tega yang bunuh, itu buat trauma untuk warga kami, karena kasus ini termasuk sadis," kata Aris saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (9/7/2026).

Ia menceritakan, kabar dugaan penganiayaan pertama kali diterimanya dari Ketua RT setempat yang memperoleh informasi dari kerabat ibu korban.

"Jadi gini, waktu itu Jum'at sore, saya sedang menunggu teman saya untuk bersama-sama berolahraga, lalu, 8 menit kemudian pak RT kontak saya bahwa dapat laporan dari pak Wadi ada kasus penganiayaan di rumah pak Nur (pemilik rumah sebelumnya yang ditinggali keluarga Bilqis)," kata Aris.

Setelah mendapat laporan tersebut, Aris langsung menuju lokasi kejadian. Saat tiba di rumah korban, ia mendengar tangisan histeris Dewi, ibu Bilqis, yang berada di samping jasad putrinya.

"Saat saya sudah tiba di lokasi, ibunya sudah histeris, sambil teriak di depan anaknya," ujarnya.

Baca juga: Pembunuhan Bilqis di Jenar Sragen Masih Membekas, Warga Mengaku Sulit Lupakan Insiden Berdarah

Aris kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa. Ia juga menemukan banyak bercak darah serta bekas tapak kaki berdarah di lokasi kejadian.

"Saya masuk dengan kondisi banyak darah, bekas tapak kaki darah dan kondisinya sangat mengenaskan, banyak luka di muka, dan tangan korban, serta kondisi tubuh korban kaku dan sudah biru-biru, diperkirakan sudah meninggal 2 jam dari pertama kali ditemukan," kata dia.

Melihat banyaknya warga yang berdatangan untuk melihat kondisi korban dan menenangkan keluarga, Aris segera meminta lokasi kejadian dikosongkan agar tidak merusak barang bukti sebelum polisi tiba.

"Ada beberapa orang yang masuk, termasuk perempuan yang menemani ibunya Bilqis di sana. Kemudian saya minta mereka keluar dulu, menghubungi polisi dan meminta warga mengamankan lokasi, sambil menunggu polisi datang ke lokasi," katanya.

Kasus pembunuhan tersebut hingga kini masih membekas di benak masyarakat Desa Dawung. Warga mengaku trauma karena aksi pelaku dinilai sangat keji dan terjadi di lingkungan permukiman mereka sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.