Dulu Rusak, Kini Bendungan Sukarami Bengkulu Tengah Jadi Destinasi Wisata Favorit Warga
Hendrik Budiman July 18, 2026 06:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Bendungan irigasi di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, kembali menjadi tujuan wisata warga setelah sempat rusak pada 2022 lalu.

Dalam beberapa bulan terakhir, bendungan tersebut mulai ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat hari libur dan akhir pekan. Meski demikian, jumlah pengunjung masih belum seramai seperti sebelum bendungan mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, Jumat (17/7/2026), puluhan remaja terlihat mandi dan bermain air di kawasan bendungan.

Aliran air yang jernih dipadukan dengan suasana alam yang masih asri menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang.

Bendungan itu sebelumnya mengalami kerusakan pada 2022 sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain mengganggu fungsi irigasi, kerusakan tersebut juga membuat aktivitas wisata di lokasi itu nyaris berhenti.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah kemudian melakukan perbaikan pada 2024. Setelah kembali beroperasi sebagai sarana irigasi, bendungan perlahan kembali didatangi warga untuk berwisata.

Meski mulai ramai, hingga kini kawasan bendungan belum memiliki pengelola maupun fasilitas pendukung. Belum banyaknya pengunjung juga membuat belum ada pedagang yang membuka lapak di sekitar lokasi.

Sekretaris Desa Sukarami, Medi, mengatakan bendungan tersebut mulai ramai kembali sejak beberapa bulan terakhir.

Pemerintah desa pun sebenarnya ingin mengembangkan kawasan itu menjadi objek wisata yang dikelola secara lebih baik.

Namun, menurut Medi, terdapat sejumlah kendala yang hingga kini belum dapat diatasi.

"Kami sebenarnya ingin mengelola bendungan ini menjadi tempat wisata. Tetapi masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan," kata Medi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (17/7/2026).

Kendala pertama adalah akses menuju bendungan yang masih rusak berat. 

Kondisi tersebut semakin parah saat musim hujan karena jalan tidak dapat dilalui, bahkan oleh kendaraan roda dua.

Baca juga: Perbaikan Jembatan Desa Paku Haji Senilai Rp726 Juta Tinggal Tunggu Kontrak

 

Menurutnya, Pemerintah Desa Sukarami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah.

Namun hingga kini usulan tersebut belum mendapat persetujuan.

Selain akses jalan, ketiadaan lahan parkir juga menjadi persoalan.

Saat ini pengunjung memarkirkan kendaraan di lahan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun di kebun milik warga.

"Kami juga belum memiliki area parkir. Kendaraan pengunjung masih parkir di tanah milik PUPR atau di kebun warga, sehingga cukup sulit jika ingin dikelola sebagai objek wisata," ujarnya.

Medi berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap perbaikan infrastruktur menuju bendungan.

Menurutnya, jika akses jalan dan fasilitas pendukung tersedia, Bendungan Irigasi Sukarami berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata alam yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Selain menjadi tempat rekreasi masyarakat, keberadaan bendungan tersebut juga tetap memiliki fungsi utama sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di Desa Sukarami dan wilayah sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.