Perbaikan Jembatan Desa Paku Haji Senilai Rp726 Juta Tinggal Tunggu Kontrak
Hendrik Budiman July 18, 2026 06:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Jembatan Desa Paku Haji, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah yang selama ini mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengguna jalan, dipastikan akan diperbaiki pada tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp726 juta untuk pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut.

Saat ini proses lelang telah selesai dan pekerjaan tinggal menunggu penandatanganan kontrak sebelum mulai dikerjakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, melalui Kabid Bina Marga Erfa Ovetri mengatakan, seluruh tahapan pengadaan telah rampung sehingga pelaksanaan fisik dipastikan segera dimulai.

"Memang benar akan kita perbaiki tahun ini untuk jembatan Desa Paku Haji. Proses lelang sudah selesai dan akan segera berkontrak. Setelah tanda tangan kontrak selesai maka pekerjaan akan langsung dimulai," kata Erfa saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Sabtu (18/7/2026).

Perbaikan jembatan ini menjadi kabar yang telah lama dinantikan masyarakat. Pasalnya, kondisi lantai jembatan kini sudah banyak yang rusak dan berlubang sehingga sering membuat kendaraan tersangkut saat melintas.

Selain mengganggu aktivitas warga, kerusakan tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Kepala Desa Paku Haji, Cito Abadi, mengatakan pemerintah desa telah beberapa kali berkoordinasi dengan Pemkab Bengkulu Tengah terkait kondisi jembatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Bupati Bengkulu Tengah, perbaikan jembatan memang menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun ini.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati beberapa waktu lalu. Informasi dari Bupati, jembatan di desa kami menjadi prioritas Pemkab Bengkulu Tengah tahun ini. Saat ini proses lelang dan administrasi sedang berlangsung," ujarnya.

Menurut Cito, jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, kerusakan yang semakin parah sangat berdampak terhadap mobilitas warga.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit kendaraan yang tersangkut akibat papan lantai jembatan yang rusak.

Bahkan kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan apabila tidak segera diperbaiki.

Selama menunggu pembangunan dilakukan, pemerintah desa bersama masyarakat terus melakukan perbaikan darurat secara swakelola agar jembatan tetap dapat dilalui.

"Kalau kondisi jembatan bisa kita lihat bersama, sudah cukup banyak kendaraan yang tersangkut. Selama ini kami berupaya melakukan perbaikan secara swakelola, tetapi sifatnya hanya sementara," pungkas Cito.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.