TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,6 mengguncang wilayah tenggara Pulau Buru, Provinsi Maluku, Sabtu (18/7/2026) pukul 17.24 WIB.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada sekitar 43 kilometer tenggara Pulau Buru.
Gempa terjadi pada koordinat 3,64 Lintang Selatan dan 127,22 Bujur Timur dengan kedalaman 4 kilometer.
BMKG menyatakan informasi tersebut mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan data.
Provinsi Maluku merupakan salah satu kawasan paling aktif secara seismik di Indonesia.
Wilayah ini berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik besar, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia, yang membentuk sistem tektonik kompleks.
Selain dipengaruhi pergerakan lempeng, Maluku juga memiliki sejumlah sesar aktif yang berkontribusi terhadap tingginya frekuensi gempa bumi.
Kondisi tersebut membuat wilayah Pulau Buru dan sekitarnya cukup sering mengalami gempa tektonik.
Gempa bermagnitudo 2,6 tergolong gempa kecil yang umumnya tidak menyebabkan kerusakan.
Namun, dengan kedalaman hanya 4 kilometer, gempa ini termasuk gempa sangat dangkal.
Gempa dengan kedalaman yang sangat dekat ke permukaan berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih terasa di sekitar episentrum dibandingkan gempa berkekuatan sama yang terjadi pada kedalaman lebih besar.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Saat terjadi gempa bumi, masyarakat disarankan untuk:
Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika agar memperoleh perkembangan terbaru dan terhindar dari informasi yang tidak benar terkait kejadian gempa.