Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Warga Dusun Cibeureum, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, tampak mengantre bergantian dengan tertib membawa berbagai wadah penampung air saat bantuan air bersih dari Muhammadiyah Peduli tiba, Sabtu (18/7/2026).
Jeriken, ember, dan galon berjejer di sepanjang lokasi penyaluran sebagai harapan warga untuk mendapatkan pasokan air bersih di tengah musim kemarau yang mulai mengeringkan sumur-sumur mereka.
Sejak kendaraan tangki air berhenti di lokasi, warga dari berbagai RT berdatangan.
Mereka rela menunggu giliran di bawah terik matahari demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga mandi.
Beberapa warga bahkan mengaku sudah beberapa hari terakhir harus menghemat penggunaan air karena sumur di rumah mereka mulai mengering.
Baca juga: Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ciamis dan Polisi Selidiki Rombongan Motor
Bantuan tersebut disalurkan melalui program Muhammadiyah Peduli bertajuk "Memberi untuk Negeri" yang melibatkan berbagai elemen Muhammadiyah di Kabupaten Ciamis.
Koordinator Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Ciamis Selatan, Taufik Hidayat, mengatakan aksi kemanusiaan itu merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, LAZISMU Kabupaten Ciamis, MDMC Kabupaten Ciamis, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ciamis, dan STIKes Muhammadiyah Ciamis. Kami bersama-sama berupaya membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya.
Menurut Taufik, pelaksanaan kegiatan juga didukung Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Banjarsari, organisasi otonom Muhammadiyah Banjarsari, KOKAM Muhammadiyah Banjarsari, Ambulans Muhammadiyah Banjarsari, serta Amal Usaha Muhammadiyah yang terdiri atas SMP Muhammadiyah Banjarsari, SMK Muhammadiyah 1 Banjarsari, SMK Muhammadiyah 2 Banjarsari, dan SMK Muhammadiyah 3 Banjarsari.
Ia menjelaskan, air bersih yang didistribusikan berasal dari PDAM Purwadadi.
Pengambilan air dilakukan setelah Muhammadiyah Peduli mengajukan permohonan kepada BPBD Kabupaten Ciamis dan memperoleh rekomendasi resmi.
"Kami bersurat terlebih dahulu ke BPBD Kabupaten Ciamis untuk meminta rekomendasi pengambilan air bersih dari PDAM Purwadadi. Atas dasar rekomendasi itu, bantuan ini bisa kami salurkan kepada masyarakat," katanya.
Distribusi air bersih juga terlaksana berkat kerja sama dengan Relawan Tanggap Bencana Cibadak (RTBC) dan Pemerintah Desa Cibadak. Toren penampung air yang digunakan merupakan milik RTBC, sedangkan kendaraan operasional mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Herry Dermawan.
Berdasarkan surat permohonan bantuan air bersih yang diajukan Pemerintah Desa Cibadak kepada Bupati Ciamis melalui BPBD Kabupaten Ciamis tertanggal 15 Juli 2026, musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan sumur-sumur warga mengering sehingga terjadi krisis air bersih, khususnya di Dusun Cibeureum.
Dalam surat tersebut disebutkan sedikitnya 171 kepala keluarga (KK) atau sekitar 513 jiwa terdampak kekeringan. Mereka tersebar di RT 27, RT 28, RT 29, RT 31 di RW 07, serta RT 37 RW 08.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat, proses pembagian air dilakukan secara bergiliran agar seluruh warga memperoleh bagian.
Relawan bersama aparat desa membantu mengatur antrean sekaligus mengisi wadah-wadah milik warga satu per satu.
Suasana berlangsung tertib, sementara warga tampak bersyukur karena bantuan air bersih akhirnya tiba setelah beberapa hari menghadapi keterbatasan pasokan air.
Taufik berharap aksi kemanusiaan ini dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau.
Ia juga menegaskan Muhammadiyah akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu warga apabila kekeringan masih berlanjut di wilayah Ciamis Selatan.(*)