Disbud Lingga Gelar Lomba Layang-Layang Kreasi Lewat Semarak Museum Linggam Cahaya
Septyan Mulia Rohman July 18, 2026 07:07 PM

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, akan menggelar Lomba Layang-Layang Kreasi sebagai bagian dari rangkaian Semarak Lomba Museum Linggam Cahaya. 

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Dataran Sultan Abdul Rahman Syah (Astaka), Daik Lingga.

Mengusung tema "Layang-layang Kreasi, Budaya Lestari, Museum Berseri", perlombaan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui karya layang-layang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Zalmidri, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya Melayu dan meningkatkan minat masyarakat terhadap museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah.

Pihaknya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkreasi sekaligus mengenal lebih dekat budaya dan sejarah Kabupaten Lingga.

"Layang-layang yang dilombakan diharapkan mampu mengangkat identitas daerah melalui motif, ornamen, maupun nilai-nilai budaya yang dituangkan dalam desainnya," ujar Zalmidri.

Ia menjelaskan, lomba terbuka untuk kategori umum atau perorangan dengan kuota maksimal 40 peserta.

Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftarkan satu layang-layang hasil karya sendiri, yang belum pernah menjadi juara pada perlombaan lain.

Menurut Zalmidri, desain layang-layang diwajibkan mengusung unsur budaya, sejarah, maupun kekayaan alam Kabupaten Lingga, seperti motif Melayu, koleksi museum, atau ikon daerah. 

Panitia mengungkap jika ukuran layang-layang berukuran 1 hingga 3 meter, namun harus menggunakan bahan yang aman seperti plastik, kertas atau kain,.

Serta dilarang menggunakan kawat, benang gelasan, maupun bahan berbahaya lainnya.

"Melalui perlombaan ini kami berharap lahir karya-karya kreatif yang mampu memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah. Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang yang hidup untuk berkarya dan berinovasi," ungkap dia.

Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan melakukan registrasi ulang sebelum lomba dimulai.

Layang-layang akan diperiksa kelayakannya oleh panitia sebelum diterbangkan.

Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas dan orisinalitas desain, kesesuaian dengan tema, kemampuan terbang, serta kualitas kerapian pembuatan.

Panitia juga menegaskan sejumlah larangan, seperti penggunaan benang gelasan, kawat, bahan berbahaya, mengganggu peserta lain, menggunakan desain yang mengandung unsur SARA, pornografi, atau politik praktis, hingga merusak fasilitas lokasi perlombaan.

Para pemenang akan memperoleh penghargaan untuk Juara I, Juara II, Juara III, dan Juara IV.

Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui Muhammad Ikhsan di nomor 0853-5653-9779.

Sebagai salah satu syarat mengikuti perlombaan, peserta diwajibkan memiliki tiket masuk Museum Linggam Cahaya yang akan ditunjukkan saat registrasi ulang. (TribunBatam.id/Febriyuanda) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.