Program ini merupakan inisiatif edukasi lingkungan yang bertujuan meningkatkan literasi serta kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menggelar edukasi lingkungan di kawasan pesisir Kota Medan, Sumatera Utara, melalui program Sekolah Kawasan Pesisir atau Sekar.

VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan program Sekar dilaksanakan di SD Negeri 068426, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

"Program ini merupakan inisiatif edukasi lingkungan yang bertujuan meningkatkan literasi serta kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir," ujarnya.

Melalui pendekatan learning by doing, ujar Kitty lagi, para siswa dibekali pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan rumah kompos, daur ulang, penanaman vegetasi, hingga aksi bersih lingkungan.

Pertamina Patra Niaga juga melaksanakan kegiatan edukasi penggunaan rumah kompos yang melibatkan 20 siswa sebagai perwakilan kelas IV, V, dan VI.

Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diteruskan kepada seluruh warga sekolah yang berjumlah 497 siswa, didukung oleh 26 tenaga pendidik, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Pengawas Sekolah Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Nelayan Indah, serta Kecamatan Medan Labuhan.

"Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di kawasan pesisir," kata Kitty lagi.

Kitty juga mengatakan pendidikan lingkungan sejak usia dini merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa upaya menjaga lingkungan perlu dimulai sejak dini. Melalui program Sekar, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kebiasaan positif melalui praktik langsung sehingga para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat pesisir," katanya pula.

Program ini, kata Kitty, juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan lestari.

Kepala SD Negeri 068426 Nurhayati menyampaikan apresiasinya atas program Sekar.

"Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi para siswa dalam memahami cara memilah sampah, mengenali jenis sampah yang dapat didaur ulang, serta mengolahnya menjadi berbagai karya kreatif yang bernilai. Kini, anak-anak tidak lagi hanya membuang sampah ke tempat sampah, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi berbagai hasil kreativitas, seperti hiasan dinding berbentuk kupu-kupu dan karya lainnya," ujarnya.

Nurhayati berharap program ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak siswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kitty menambahkan program ini juga turut didukung pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan sekolah yang mampu menghemat biaya listrik sekitar Rp150.000 per bulan, sekaligus menjadi sumber listrik cadangan saat terjadi pemadaman.

"Melalui berbagai kegiatan tersebut, siswa didorong untuk membangun kebiasaan memilah sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari," katanya pula.