Baca juga: Warga Kenten Laut Protes Krisis Air Bersih, Pasang Spanduk Selamat Datang di Kawasan Sulit Air
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Dampak kemarau panjang membuat debit air Sungai Komering di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan menyusut drastis. Kondisi air sungai yang berubah warna menjadi keruh kecoklatan dan tercemar sampah rumah tangga tidak menyurutkan warga untuk tetap memanfaatkannya demi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung selama satu bulan terakhir, memaksa warga yang sumurnya mulai mengering untuk kembali mengandalkan air sungai guna keperluan mandi dan mencuci.
Musa, warga Kampung 5, Kelurahan Jua-jua, mengaku sangat khawatir dengan kondisi air yang semakin memburuk dari hari ke hari.
"Setiap harinya aktivitas mencuci dan mandi hanya mengandalkan sungai. Kendati sudah tidak layak, tetapi mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain," ujar Musa, Sabtu (18/7/2026).
Untuk kebutuhan konsumsi seperti memasak dan mencuci beras, warga terpaksa menumpang mengambil air dari sumur tetangga yang debitnya juga mulai berkurang.
Sementara untuk kebutuhan air minum, warga harus membeli air galon.
Senada dengan Musa, warga lainnya bernama Trisnawati mengungkapkan rasa was-wasnya akan risiko penyakit kulit maupun diare.
Meski begitu, ia mengaku terpaksa menggunakan air sungai tersebut karena minimnya pasokan air bersih.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten OKI segera memberikan bantuan distribusi air bersih agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air yang layak pakai.
Di tengah situasi ini, harapan terbesar warga adalah segera turunnya hujan agar musim kemarau segera berakhir.
Baca juga: Atasi Krisis Air Bersih, Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Bangun 5 Sumur Bor di Desa Pematang Sukatani