Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan menyiapkan sejumlah langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi potensi banjir di wilayahnya.

"Untuk penanganan banjir di sini, rencana kami sedang lagi pengajuan untuk penurapan di bantaran Kali Grogol dan juga pengerukan kali sepanjang Kali Grogol. Nanti juga di Kali Krukut akan kami lakukan sama," kata Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vernier Atom, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.

Vernier menambahkan penanganan banjir juga dilakukan dengan proses pembangunan Waduk Bango atau Waduk Cilandak yang ditargetkan rampung pada akhir tahun.

"Sedang lagi dibangun Waduk Bango atau Waduk Cilandak yang sekarang masih dalam proses yang insya Allah akan selesai pada akhir Desember tahun 2026," katanya.

Dengan perpaduan sistem peringatan dini dan penguatan infrastruktur pengendali banjir, pihaknya berharap risiko banjir di Kelurahan Pondok Labu dapat terus ditekan, sehingga masyarakat memiliki perlindungan yang lebih baik ketika musim hujan tiba.

"Mudah-mudahan dengan langkah tersebut bisa meminimalisir banjir yang ada di wilayah Kelurahan Pondok Labu," kata dia.

Sebelumnya, peringatan dini banjir atau Smart Flood Warning System telah dipasang oleh anggota Karang Taruna RT 02 RW 10, Pondok Labu, bernama Muhammad Azzuhri Ramdhani (23).

Sistem itu merupakan peringatan dini berbasis sirene untuk memberi waktu kepada warga bersiap sebelum air meluap.

Tercatat warga terdampak banjir di Pondok Labu yakni sebanyak 158 KK di RT 01 RW 10 dengan 540 warga, sedangkan RT 02 RW 10 ada 120 KK dengan 386 warga.

Sebagai tahap awal, dua unit alat pendeteksi banjir, masing-masing di RT 01 dan RT 02 RW 10 dipasang.