BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, membicarakan kekhawatirannya menjelang duel krusial melawan Timnas Spanyol.
Timnas Argentina tinggal berhadapan dengan Timnas Spanyol untuk mendapatkan gelar juara Piala Dunia 2026.
Kedua kubu dijadwalkan bentrok dalam laga final di MetLife Stadium, Minggu (19/7/2026).
Pertemuan dengan Spanyol menjadi tantangan besar bagi Argentina.
Pasalnya, lawan mereka punya rekam jejak luar biasa sepanjang turnamen.
Spanyol menggelontorkan delapan gol selama fase gugur.
Tak berhenti sampai di sana, La Furia Roja juga menyingkirkan tim-tim besar dalam perjalanan menuju final.
Pada babak 16 besar, Spanyol melibas Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Kemudian mereka menyingkirkan Belgia dari perempat final.
Selanjutnya, Spanyol bikin Prancis keok saat duel semifinal.
Sadar Argentina menghadapi lawan berat, Lionel Scaloni berusaha untuk tetap bercanda.
Dia mengatakan bakal memarkir bus sungguhan di lapangan guna menahan gempuran Lamine Yamal dkk.
"Segala hal tentang Spanyol membuat saya khawatir," ujar Scaloni berseloroh, seperti dikutip BolaSport.com dari Mundo Deportivo.
"Kami akan mencoba mengeluarkan bus dari hotel," kata sang nakhoda.
Lebih lanjut, Scaloni mengaku telah sejak lama mempersiapkan duel melawan Spanyol.
Seharusnya Argentina dan Spanyol bertemu pada Finalissima 2026, tapi kompetisi dibatalkan.
"Kami sudah menganalisis Spanyol sebagai calon lawan di Piala Dunia sejak Desember, sama seperti saat kami menganalisis lawan-lawan lainnya," tutur Scaloni.
"Kami telah mengkaji segala kemungkinan skenario, namun menganalisis secara berlebihan juga tidak baik."
"Kami paham betul gaya permainan mereka."
"Kami akan berusaha memainkan permainan kami sendiri dan memanfaatkan celah kelemahan mereka," pungkas pelatih juara Piala Dunia 2022 itu.
Sementara Spanyol melewati sederet lawan sulit, jalan Argentina ke final justru relatif mudah pada fase gugur
Albiceleste 'cuma' bersua Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss hingga perempat final.
Argentina baru menemukan tantangan sesungguhnya ketika jumpa Inggris dalam semifinal.