Jack Charlton Pernah Menegur Kami karena Minum Coke, Katanya Lebih Baik Minum Bir agar Tidur Lebih Nyenyak – Tony Cascarino Mengenang Perjalanan Piala Dunia 1990 dan 1994 Bersama Irlandia
Agus Firmansyah July 18, 2026 08:46 PM

Hanya sedikit tim nasional dalam sejarah sepak bola modern yang mampu memikat imajinasi publik seperti tim Republik Irlandia asuhan Jack Charlton pada awal tahun 1990-an.

Di bawah kepemimpinan mantan pemain kunci Leeds United tersebut, Irlandia berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dan melaju hingga perempat final di Italia. Empat tahun kemudian, mereka membuktikan bahwa kesuksesan itu bukan kebetulan dengan kembali mencapai babak delapan besar di Amerika Serikat.

Penyerang Tony Cascarino merupakan salah satu anggota penting dalam skuad Charlton, dan kenangannya terhadap dua turnamen itu didominasi oleh kepribadian besar sang pelatih yang dikenal dengan julukan “Big Jack”.

Cascarino mengenang masa itu dengan penuh rasa hormat dan kasih. Ia menilai kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan mereka, dan semua itu berkat pengaruh Charlton. “Anak-anak di tim luar biasa dan manajer kami, Big Jack, benar-benar lucu,” ujar mantan penyerang itu kepada majalah FourFourTwo.

Sebagai pemain, Charlton dikenal dengan gaya bermainnya yang keras dan tanpa kompromi serta buku catatan hitam kecilnya yang terkenal. Pendekatannya sebagai pelatih pun kerap dianggap kuno namun efektif.

Cascarino menceritakan salah satu kebiasaan unik Charlton menjelang pertandingan. “Kalau kamu minum Coke saat makan malam sebelum pertandingan, dia akan berkata, ‘Apa yang kamu lakukan dengan minuman sampah itu? Aku lebih suka kamu minum bir,’” kenangnya sambil tertawa.

Bagi Charlton, ada logika tersendiri dalam menentang pandangan para ahli gizi dan ilmuwan olahraga. “Dia merasa bir akan membantu kami tidur lebih nyenyak,” jelas Cascarino.

Bahkan saat menghadapi pertandingan paling penting dalam sejarah sepak bola Irlandia, Charlton tetap berpegang teguh pada caranya sendiri. Ia memimpin skuad Irlandia mengunjungi Paus sebelum laga besar melawan Italia di perempat final Piala Dunia 1990 di Roma.

Cascarino melanjutkan ceritanya, “Dia menggunakan taktik itu ketika kami melawan Italia di perempat final Italia 90. Katanya, ‘Dengar, kalian akan menghadapi Italia di Roma. Wasit tidak akan memberi kalian apa pun, dan kalian akan pulang keesokan harinya, jadi lebih baik kalian santai dan minum sedikit.’ Dia ingin mengurangi tekanan yang kami rasakan.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.