Iran Unjuk Gigi! Eks Dubes Sebut AS dan Israel Kaget Lihat Serangan Balasan
Laksmi Anindita July 18, 2026 07:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) hingga kini masih terus berlanjut.

Aksi saling serang kedua negara masih terjadi di sejumlah wilayah Timur Tengah dan dibarengi dengan munculnya ancaman baru terhadap jalur strategis Selat Hormuz.

Kondisi tersebut sekaligus menggagalkan kesepakatan sementara yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan perang, sehingga memunculkan kekhawatiran konflik akan kembali berkembang menjadi perang terbuka di kawasan.

Di tengah memanasnya situasi, Iran beberapa kali menunjukkan kemampuan militernya melalui serangkaian serangan balasan yang disebut sebagai respons terhadap tindakan Amerika Serikat.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, sebelumnya menyampaikan kepada Tribunnews.com bahwa Iran kini telah memperlihatkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di Timur Tengah melalui respons militernya dalam konflik, termasuk perang yang terjadi pada Februari dan Juni.

"Sekarang Iran sudah menunjukkan bahwa dia adalah satu kekuatan terbesar di Timur Tengah, dengan perang bulan Juni dan yang bulan Februari kemarin dimulai artinya apa Iran sudah mulai unjuk gigi bahwa yang dilakukan selama ini adalah perencanaan pertahanan," ujar Dian kepada Tribunnews.com saat dikonfirmasi pada 14 Juli 2026.

Baca juga: Iran Rilis Video Drone Hantam Kapal Tanker di Selat Hormuz

Menurut Dian, kemampuan Iran menghadapi perang bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ia menilai negara tersebut telah lama mempersiapkan strategi pertahanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik berskala besar.

Karena persiapan tersebut, Iran dinilai mampu memberikan respons cepat setiap kali mendapat serangan.

"Untuk menghadapi kemungkinan terjadinya perang ini sudah diantisipasi makanya Iran mengeluarkan bertubi-tubi pembalasan, ingat Iran tidak menyerang lebih dulu tapi diserang. Iran hanya bertahan, nah pertahanan Iran ini menunjukkan Iran bukan hanya bisa bertahan tapi bisa membalas, nah balasan inilah yang pada perang Juni tahun lalu membuat Israel dan Amerika kejut makanya menghentikan secara sepihak serangannya," lanjutnya.

Dian menilai serangan balasan yang dilakukan Iran merupakan bagian dari strategi pertahanan yang telah disusun sejak lama.

Ia juga berpendapat Iran tidak memulai konflik, melainkan memberikan respons atas serangan yang diterimanya. Menurut Dian, kemampuan Iran membalas serangan menjadi salah satu faktor yang mengejutkan Israel dan Amerika Serikat hingga akhirnya menghentikan operasi militernya secara sepihak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.